Kembali Pimpin UMI, Prof Basri Modding Ingin Wujudkan Smart University
Senin, 27 Juni 2022 - 14:53 WIB
loading...
Suasana pelantikan Prof Basri Modding sebagai Rektor UMI untuk periode 2022-2026 di Auditorium Al-Jibra, Senin (27/6/2022). Foto: SINDOnews/Alfiandis
A
A
A
MAKASSAR - Prof Basri Modding dilantik sebagai Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) untuk periode keduanya dengan masa jabatan 2022-2026 di Auditorium Al-Jibra, Senin (27/6/2022).
Rektor dilantik bersama lima wakilnya. Mereka adalah Dr Hanafi Ashad yang menjabat Wakil Rektor I, Prof Salim Basalamah sebagai Wakil Rektor II, Dr Nasrullah arsyad sebagai wakil rektor III. Dr Ishaq Shamad sebagai Wakil Rektor IV, dan Prof Muh Hattah Fattah sebagai Wakil Rektor V.
Baca juga:68 Tahun UMI, Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Hibah Rp1 Miliar
Andi Lukman selaku Ketua LLDIKTI Wilayah 9 Bantara mengungkapkan, pemilihan Prof Basri Modding sebagai rektor UMI untuk periode kedua ini tak terlepas dari kinerjanya membangun UMI di periode pertamanya, 2018-2022.
"Menjadi rektor periode ke-2 tidak mudah, ukuran pertama prestasi jadi kami menilai bahwa Prof Basri sangat layak untuk periode selanjutnya ini. Pastinya harus dijaga dan ditingkatkan, ini tidak mudah dilakukan perlu suatu kerja keras kerja cerdas, dan ikhlas sehingga mampu membawa kebanggan kita semua," terangnya dalam sambutannya.
Tak hanya itu, untuk periode keduanya memimpin UMI ini, Prof Basri diharap dapat menghadirkan program studi yang bertaraf internasional sebagai final projek ke depan, sehingga menjadikan UMI sebagai salah satu kampus dengan berbasis internasional.
"Sesuai indikator bahwa ada satu hingga dua program study yang mungkin menjadi study final projek sehingga kita dapat meraih kampus internasional dan di segsni di Indonesia tentunya," tegasnya.
Prof Basri selama memimpin melakukan pembenahan baik di sektor pendidikan maupun peningkatan fasilitas kampus. Kampus swasta terbesar di Sulsel ini kini telah mencapai beberapa penghargaan salahsatunya sebagai kampus di luar Jawa yang masuk dalam posisi 27 dari 4.500 Perguruan Tiggi yang terakreditasi nasional PTS dan PTN.
Baca juga:UMI Tuan Rumah Pelatihan Nasional Penulisan Deskripsi Permohonan Paten 2022
Di lain sisi, Prof Basri Modding mengkau akan terus membenahi Universitas Muslim Indonesia dengan menghadirkan kampus yang menerapkan embracing smart university. Sehingga ke depan, pelayanan dan mutu pendidikan berbasis teknologi diharap mampu menjadi solusi peningkatan mutu pendidikan.
"Kami ingin berupaya mewujudkan UMI sebagai kampus Islami yang berbasis digital, yang tentu sejajar dengan kampus terkemuka nasional maupun internasional dan terus berkembang. Sehingga harapannya agar UMI dapat menjadi institusi unggul dan terkemuka," tandasnya.
Ke depan, program ini akan menjadi fokus Rektor UMI agar dapat menjadikan UMI sebagai kampus yang memiliki daya saing dan memiki institusi unggul dan terkemuka untuk wilayah Sulsel maupun nasional.
"Maka ke depan kami akan berikhtiar dan berdoa agar UMI dapat menjadi universitas yang bertaraf embracing smart university. Kami ingin berupaya menciptakan ini sebagai UMI yang berbasis digital baik nasional dan internasional dan menciptakan UMI menjadi institusi unggul dan terkemuka dan berdaya saing," tambahnya.
"Dengan UMI smart university saat terhubung, akan meningkatkan kemudahan layanan dan proses layanan diamanpun dan kapanpun karena berbasis teknologi sehingga pelayanan manual dapat diminimalisir," tambahnya.
Baca juga:Dekan Sastra UMI Harap Program Upgrading Cetak Tim Debat Bahasa Inggris Unggul
Tak sampai di situ, dirinya berterima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya bagi seluruh pengurus Yayasan Wakaf UMI yang telah memberikan motifasi dan masukan dalam mengembangkan UMI . Tentu dukungan baik internal UMI maupun pemerintah provinsi dan pemerintah daerah akan semakin memudahkan UMI meraih prestasi lebih baik ke depan.
"Pada hari ini untuk mewujudkan smart university, kami mengharapkan doa tidak hanya dari internal tapi juga eksternal. Sehingga terima kasih atas dukungan dan masukan dan arahan untuk UMI dapat berkembang lagi," pungkas Basri Modding.
Rektor dilantik bersama lima wakilnya. Mereka adalah Dr Hanafi Ashad yang menjabat Wakil Rektor I, Prof Salim Basalamah sebagai Wakil Rektor II, Dr Nasrullah arsyad sebagai wakil rektor III. Dr Ishaq Shamad sebagai Wakil Rektor IV, dan Prof Muh Hattah Fattah sebagai Wakil Rektor V.
Baca juga:68 Tahun UMI, Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Hibah Rp1 Miliar
Andi Lukman selaku Ketua LLDIKTI Wilayah 9 Bantara mengungkapkan, pemilihan Prof Basri Modding sebagai rektor UMI untuk periode kedua ini tak terlepas dari kinerjanya membangun UMI di periode pertamanya, 2018-2022.
"Menjadi rektor periode ke-2 tidak mudah, ukuran pertama prestasi jadi kami menilai bahwa Prof Basri sangat layak untuk periode selanjutnya ini. Pastinya harus dijaga dan ditingkatkan, ini tidak mudah dilakukan perlu suatu kerja keras kerja cerdas, dan ikhlas sehingga mampu membawa kebanggan kita semua," terangnya dalam sambutannya.
Tak hanya itu, untuk periode keduanya memimpin UMI ini, Prof Basri diharap dapat menghadirkan program studi yang bertaraf internasional sebagai final projek ke depan, sehingga menjadikan UMI sebagai salah satu kampus dengan berbasis internasional.
"Sesuai indikator bahwa ada satu hingga dua program study yang mungkin menjadi study final projek sehingga kita dapat meraih kampus internasional dan di segsni di Indonesia tentunya," tegasnya.
Prof Basri selama memimpin melakukan pembenahan baik di sektor pendidikan maupun peningkatan fasilitas kampus. Kampus swasta terbesar di Sulsel ini kini telah mencapai beberapa penghargaan salahsatunya sebagai kampus di luar Jawa yang masuk dalam posisi 27 dari 4.500 Perguruan Tiggi yang terakreditasi nasional PTS dan PTN.
Baca juga:UMI Tuan Rumah Pelatihan Nasional Penulisan Deskripsi Permohonan Paten 2022
Di lain sisi, Prof Basri Modding mengkau akan terus membenahi Universitas Muslim Indonesia dengan menghadirkan kampus yang menerapkan embracing smart university. Sehingga ke depan, pelayanan dan mutu pendidikan berbasis teknologi diharap mampu menjadi solusi peningkatan mutu pendidikan.
"Kami ingin berupaya mewujudkan UMI sebagai kampus Islami yang berbasis digital, yang tentu sejajar dengan kampus terkemuka nasional maupun internasional dan terus berkembang. Sehingga harapannya agar UMI dapat menjadi institusi unggul dan terkemuka," tandasnya.
Ke depan, program ini akan menjadi fokus Rektor UMI agar dapat menjadikan UMI sebagai kampus yang memiliki daya saing dan memiki institusi unggul dan terkemuka untuk wilayah Sulsel maupun nasional.
"Maka ke depan kami akan berikhtiar dan berdoa agar UMI dapat menjadi universitas yang bertaraf embracing smart university. Kami ingin berupaya menciptakan ini sebagai UMI yang berbasis digital baik nasional dan internasional dan menciptakan UMI menjadi institusi unggul dan terkemuka dan berdaya saing," tambahnya.
"Dengan UMI smart university saat terhubung, akan meningkatkan kemudahan layanan dan proses layanan diamanpun dan kapanpun karena berbasis teknologi sehingga pelayanan manual dapat diminimalisir," tambahnya.
Baca juga:Dekan Sastra UMI Harap Program Upgrading Cetak Tim Debat Bahasa Inggris Unggul
Tak sampai di situ, dirinya berterima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya bagi seluruh pengurus Yayasan Wakaf UMI yang telah memberikan motifasi dan masukan dalam mengembangkan UMI . Tentu dukungan baik internal UMI maupun pemerintah provinsi dan pemerintah daerah akan semakin memudahkan UMI meraih prestasi lebih baik ke depan.
"Pada hari ini untuk mewujudkan smart university, kami mengharapkan doa tidak hanya dari internal tapi juga eksternal. Sehingga terima kasih atas dukungan dan masukan dan arahan untuk UMI dapat berkembang lagi," pungkas Basri Modding.
(luq)
Lihat Juga :