Pemprov Sulsel Dukung Pengalihan Minyak Goreng Curah Menjadi Kemasan
Minggu, 19 Juni 2022 - 23:10 WIB
loading...
Pemerintah tengah mewacanakan pengalihan minyak goreng curah menjadi minyak goreng kemasan. Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
MAKASSAR - Rencana pengalihan minyak goreng curah menjadi minyak goreng kemasan tengah diwacanakan oleh pemerintah. Rencana itupun disambut positif oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Ashari Fakhsirie Radjamilo mengatakan, minyak goreng curah yang dialihkan ke minyak goreng kemasan akan bermanfaat baik bagi masyarakat. Sebab minyak yang akan dikonsumsi masyarakat menjadi lebih bersih dan higienis.
Baca juga:Soal Penghapusan Minyak Goreng Curah, Ini Kata Mendag Zulhas
"Yang pertama adalah dampak yang akan kita rasakan. Masyarakat akan semakin sehat untuk konsumsinya. Walaupun sekarang minyak goreng curah juga sehat, tapi akan lebih higienis kalau dalam bentuk kemasan," ucapnya.
Diketahui, rencana penghapusan minyak goreng curah dan mengalihkannya ke minyak goreng kemasan ini bukan yang pertama kali digaungkan oleh pemerintah pusat. Minyak goreng kemasan akan dikemas minimal dengan kemasan sederhana.
Sebelumnya, Kementerian Perdagangan hendak menghapus peredaran minyak goreng curah di pasaran mulai 1 Januari 2022 lalu namun akhirnya dibatalkan.
"Sekarang yang ada itu minyak goreng kemasan dan minyak goreng curah . Wacana tentang penghapusan minyak goreng curah ini sudah ada dari dulu, tetapi berhenti dengan sendiri entah karena apa," ungkap Ashari.
Dia menuturkan, kebijakan ini diyakini tidak akan memberatkan masyarakat. Menurutnya, pemerintah pasti akan mempertimbangkan penuh rencana itu sebaik-baiknya sebelum benar-benar ditetapkan.
Baca juga:Mendag Zulhas: Butuh Waktu 2 Bulan Ganti Kemasan Minyak Goreng Curah
"Kami yakin bahwa tidak akan mungkin pemerintah akan melambungkan harga. Pasti tetap menyesuaikan harga yang ada di pasar. Tidak akan mungkin pemerintah akan menaikkan sesuatu yang akan didapatkan masyarakat," urainya.
Ashari yakin pemerintah akan mencari formulasi baru agar minyak goreng tidak menghilang lagi dari pasaran seperti yang terjadi beberapa waktu terakhir.
Dia berharap, penghapusan minyak goreng curah bisa semakin mendorong ketersediaan stok minyak goreng yang ada di pasaran. Namun pihaknya juga masih menunggu karena rencana tersebut masih wacana.
"Jadi bisa akan diatur baik-baik menyangkut kebijakan harga dan kita tunggu saja dulu ini. Karena kan masih wacana," tukasnya.
Diketahui, sinyal peralihan minyak goreng curah menjadi minyak goreng kemasan disampaikan oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B Pandjaitan dan Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan di hadapan para pengusaha minyak goreng di Bali, belum lama ini.
Luhut mengungkapkan rencana pemerintah yang kembali akan menghapus minyak goreng dari peredaran, yang nantinya diganti minyak goreng dalam kemasan, minimal kemasan sederhana.
Baca juga:Minyak Goreng Curah Bakal Diganti Kemasan, Luhut Jamin Harga Tetap Rp14.000
Luhut mengatakan, rencana itu dipertimbangkan karena minyak goreng curah dinilai kurang higienis. Nantinya, kebijakan itu akan diterapkan secara bertahap.
"Kami juga minta nanti secara bertahap tidak ada lagi minyak goreng curah , menuju kemasan sederhana, karena itu kurang higienis. Itu yang sedang kami kerjakan dan banyak pengusaha yang akan melakukan hal itu dengan harga tetap," papar Luhut.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Ashari Fakhsirie Radjamilo mengatakan, minyak goreng curah yang dialihkan ke minyak goreng kemasan akan bermanfaat baik bagi masyarakat. Sebab minyak yang akan dikonsumsi masyarakat menjadi lebih bersih dan higienis.
Baca juga:Soal Penghapusan Minyak Goreng Curah, Ini Kata Mendag Zulhas
"Yang pertama adalah dampak yang akan kita rasakan. Masyarakat akan semakin sehat untuk konsumsinya. Walaupun sekarang minyak goreng curah juga sehat, tapi akan lebih higienis kalau dalam bentuk kemasan," ucapnya.
Diketahui, rencana penghapusan minyak goreng curah dan mengalihkannya ke minyak goreng kemasan ini bukan yang pertama kali digaungkan oleh pemerintah pusat. Minyak goreng kemasan akan dikemas minimal dengan kemasan sederhana.
Sebelumnya, Kementerian Perdagangan hendak menghapus peredaran minyak goreng curah di pasaran mulai 1 Januari 2022 lalu namun akhirnya dibatalkan.
"Sekarang yang ada itu minyak goreng kemasan dan minyak goreng curah . Wacana tentang penghapusan minyak goreng curah ini sudah ada dari dulu, tetapi berhenti dengan sendiri entah karena apa," ungkap Ashari.
Dia menuturkan, kebijakan ini diyakini tidak akan memberatkan masyarakat. Menurutnya, pemerintah pasti akan mempertimbangkan penuh rencana itu sebaik-baiknya sebelum benar-benar ditetapkan.
Baca juga:Mendag Zulhas: Butuh Waktu 2 Bulan Ganti Kemasan Minyak Goreng Curah
"Kami yakin bahwa tidak akan mungkin pemerintah akan melambungkan harga. Pasti tetap menyesuaikan harga yang ada di pasar. Tidak akan mungkin pemerintah akan menaikkan sesuatu yang akan didapatkan masyarakat," urainya.
Ashari yakin pemerintah akan mencari formulasi baru agar minyak goreng tidak menghilang lagi dari pasaran seperti yang terjadi beberapa waktu terakhir.
Dia berharap, penghapusan minyak goreng curah bisa semakin mendorong ketersediaan stok minyak goreng yang ada di pasaran. Namun pihaknya juga masih menunggu karena rencana tersebut masih wacana.
"Jadi bisa akan diatur baik-baik menyangkut kebijakan harga dan kita tunggu saja dulu ini. Karena kan masih wacana," tukasnya.
Diketahui, sinyal peralihan minyak goreng curah menjadi minyak goreng kemasan disampaikan oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B Pandjaitan dan Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan di hadapan para pengusaha minyak goreng di Bali, belum lama ini.
Luhut mengungkapkan rencana pemerintah yang kembali akan menghapus minyak goreng dari peredaran, yang nantinya diganti minyak goreng dalam kemasan, minimal kemasan sederhana.
Baca juga:Minyak Goreng Curah Bakal Diganti Kemasan, Luhut Jamin Harga Tetap Rp14.000
Luhut mengatakan, rencana itu dipertimbangkan karena minyak goreng curah dinilai kurang higienis. Nantinya, kebijakan itu akan diterapkan secara bertahap.
"Kami juga minta nanti secara bertahap tidak ada lagi minyak goreng curah , menuju kemasan sederhana, karena itu kurang higienis. Itu yang sedang kami kerjakan dan banyak pengusaha yang akan melakukan hal itu dengan harga tetap," papar Luhut.
(luq)
Lihat Juga :