Kisah Mistis Gunung Halimun, dari Misteri Benteng Kerajaan Prabu Siliwangi hingga Pesawat Jatuh

Sabtu, 18 Juni 2022 - 19:32 WIB
loading...
Kisah Mistis Gunung...
Kisah mistis Gunung Halimun masih dipercaya oleh sebagian masyarakat. Gunung Halimun menyimpan banyak misteri yang dikaitkan dengan peristiwa gaib. Foto: SINDOnews/Dok
A A A
BOGOR - Kisah mistis Gunung Halimun masih dipercaya oleh sebagian masyarakat. Gunung Halimun yang berada di antara tiga wilayah kabupaten itu menyimpan banyak misteri yang dikaitkan dengan peristiwa gaib.

Gunung Halimun terletak di antara Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Lebak. Gunung Halimun memiliki ketinggian sekirar 1.925 mdpl.

Baca juga: Geger, Temuan Mayat Tanpa Busana di Taman Nasional Gunung Halimun Salak Bogor

Adanya beberapa kejadian aneh membuat masyarakat kerap mengaitkan Gunung Halimun dengan kisah mistis. Mitos keangkeran Gunung Halimun banyak dikaitkan dengan peristiwa gaib, seperti benteng-benteng Kerajaan Prabu Siliwangi yang hanya bisa dilihat oleh mata batin, hingga kemunculan ratusan harimau gaib sebagai penjaganya.

Gunung Halimun juga masih menyimpan cerita misteri soal kerajaan kera. Hal ini tak lepas dari seringnya ditemukan kerumunan kera di sana sehingga dikaitkan dengan misteri kerajaan kera.

Menurut cerita, kera-kera tersebut merupakan pasukan kerajaan Padjajaran yang bertugas melindungi Prabu Siliwangi saat bersemedi di Gunung Halimun.

Baca juga: 4 Tempat Angker di Gunung Salak, Nomor 3 Paling Diminati Masyarakat

Keangkeran Gunung Halimun juga sering disebut sebagai segitiga misterius atau segitiga bermudanya Indonesia. Menurut cerita yang berkembang, segitiga bermuda itu berada dalam 3 gunung yang lokasinya saling berdekatan yakni Gunung Halimun, Gunung Salak, dan Gunung Gede.

Hal ini dikaitkan dengan sering terjadinya kecelakaan pesawat di antara Gunung Halimun dan Gunung Salak. Sejak tahun 2003 hingga 2012 tercatat 6 kali musibah kecelakaan pesawat terjadi di segitiga bermuda.

Tahun 2003, sebanyak 7 orang tewas dalam musibah jatuhnya helikopter S-58 Twin Pack milik TNI Angkatan Udara. Tahun 2004, pesawat Paralayang JT500 jatuh dan menewaskan 3 orang.

Dua bulan kemudian pesawat Cessna 185 Skywagon juga jatuh dan menewaskan 5 orang. Pada tahun 2008, pesawat Cassa TNI AU A212-200 juga jatuh di Gunung Salak dan menewaskan 18 orang.

Baca juga: 4 Tempat Angker di Kebun Raya Bogor, Nomor 3 Makam Istri Prabu Siliwangi

Setahun berselang tepatnya April 2009, pesawat latih Sundowner menewaskan 3 orang. Terakhir tahun 2012 kecelakaan di Gunung Salak menimpa pesawat Sukhoi Superjet 100 yang menewaskan paling banyak korban, yakni 45 orang.

Dikutip dari laman halimunsalak, Gunung Halimun bersatatus Taman Nasional Gunung Halimun (TNGH) sejak 28 Pebruari 1992 dengan luas 40.000 hektare. Kemudian pada tanggal 23 Maret 1997 resmi ditetapkan sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Departemen Kehutanan (UPT BTNGH).

Selanjutnya, atas dasar kondisi sumber daya alam hutan yang semakin terancam rusak dan adanya desakan para pihak yang peduli akan konservasi alam, maka pada tahun 2003 kawasan Halimun ditambah area dengan memasukkan kawasan hutan Gunung Salak, Gunung Endut.

Status sebelumnya merupakan hutan produksi terbatas dan hutan lindung yang dikelola Perum Perhutani diubah fungsinya menjadi hutan konservasi.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sering Melihat Ibu Berjalan...
Sering Melihat 'Ibu' Berjalan di Rumah, Keluarga Rimar Baru Sadar Ada yang Janggal
Misteri Rumah Rimar...
Misteri Rumah Rimar Idol Terungkap! Sosok Bermuka Batu Bertaring Pernah Muncul di Depannya
Dari Suara Tawa hingga...
Dari Suara Tawa hingga Sosok di Atas Pohon, Ini Pengalaman Paling membekas bagi Angga ABK!
Rekomendasi
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved