Bongkar Prostitusi Online Berkedok Panti Pijat di Tangerang, 9 Terapis Diamankan
Rabu, 15 Juni 2022 - 19:56 WIB
loading...
Polda Banten membongkar prostitusi online berkedok panti pijat di Kabupaten Tangerang. Foto/Ilustrasi/Dok SINDOnews
A
A
A
TANGERANG - Bisnis prostitusi online berkedok panti pijat di Tangerang diungkap oleh polisi. Panti pijat yang berlokasi di Ruko Mardigras Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang digeledah polisi pada Selasa 31 Mei 2022 sekitar pukul 02.00 WIB lalu.
Dirreskrimsus Polda Banten Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan dari ungkap kasus ini petugas berhasil mengamankan dua orang pelaku berinisial HM (42) sebagai pemilik ruko dan NA (22) sebagai operator admin media sosial (medsos).
”Di TKP petugas berhasil mengamankan dua pelaku yakni HM (42) dan NA (22). Kemudian petugas juga mengamankan 9 orang terapis,” kata Dedi, Rabu (15/6/2022). Baca juga: Panti Pijat Digerebek, Sejumlah Terapis Cantik Dipulangkan ke Kampung
Dedi melanjutkan bahwa awal mula pengungkapan kasus prostitusi online ini berawal dari patroli cyber yang dilakukan oleh personel Subdit Siber Ditreskrimsus. Kemudian petugas melakukan penyelidikan dengan melakukan percakapan dan ternyata benar akun tersebut menawarkan jasa prostitusi online.
”Pada saat petugas melakukan patroli cyber di platform Michat terdapat satu akun yang menjajakan jasa prostitusi online. Dalam percapakan tersebut NA mengajak melakukan transaksi prostitusi di sebuah ruko yang berada di Mardigras,” jelasnya.
Setelah mendapatkan informasi tersebut petugas langsung bergerak menuju ruko yang ada di Mardigras. Pelaku NA pun menawarkan jasa dengan harga Rp500 ribu. Berdasarkan keterangan tersebut petugas langsung mengamankan pelaku NA beserta sembilan terapis dan HM selaku pemilik ruko.
Dirreskrimsus Polda Banten Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan dari ungkap kasus ini petugas berhasil mengamankan dua orang pelaku berinisial HM (42) sebagai pemilik ruko dan NA (22) sebagai operator admin media sosial (medsos).
”Di TKP petugas berhasil mengamankan dua pelaku yakni HM (42) dan NA (22). Kemudian petugas juga mengamankan 9 orang terapis,” kata Dedi, Rabu (15/6/2022). Baca juga: Panti Pijat Digerebek, Sejumlah Terapis Cantik Dipulangkan ke Kampung
Dedi melanjutkan bahwa awal mula pengungkapan kasus prostitusi online ini berawal dari patroli cyber yang dilakukan oleh personel Subdit Siber Ditreskrimsus. Kemudian petugas melakukan penyelidikan dengan melakukan percakapan dan ternyata benar akun tersebut menawarkan jasa prostitusi online.
”Pada saat petugas melakukan patroli cyber di platform Michat terdapat satu akun yang menjajakan jasa prostitusi online. Dalam percapakan tersebut NA mengajak melakukan transaksi prostitusi di sebuah ruko yang berada di Mardigras,” jelasnya.
Setelah mendapatkan informasi tersebut petugas langsung bergerak menuju ruko yang ada di Mardigras. Pelaku NA pun menawarkan jasa dengan harga Rp500 ribu. Berdasarkan keterangan tersebut petugas langsung mengamankan pelaku NA beserta sembilan terapis dan HM selaku pemilik ruko.
Lihat Juga :