Perjuangan Wali Pitu Menyebarkan Islam Pertama di Bali
Minggu, 26 April 2020 - 06:35 WIB
loading...
A
A
A
5. Wali Kusamba
Wali Kusamba adalah tokoh wali pitu di Bali yang memiliki nama asli Habib Ali bin Abu Bakar bin Umar Al Khamid. Beliau dikenal sebagai guru bahasa Melayu salah satu Raja Klungkung, yakni Dalem I Dewa Agung Jambe. Karena perannya yang begitu penting bagi kerajaan, tak heran kalau Makam Wali Kusamba tidak hanya dikunjungi umat Islam, tetapi juga umat Hindu di Bali.
6. Wali Kembar Karangasem
Sesuai dengan namanya, ada dua wali yang lokasinya berada di satu tempat, yakni Syeh Maulana Yusuf Al-Baghdi dan Habib Ali Bin Zaenal Abidin Al-Idrus. Asal-usul kedua makam tua ini tidak begitu jelas. Konon, kedua makam ini sudah berusia sangat tua, mencapai 400 tahun.
7. Makam Pangeran Sosrodiningrat dan Makam Raden Ayu Pemecutan
Pangeran Sosridiningrat merupakan wali pitu di Bali yang berasal dari kerajaan Mataram. Kedatangannya di Bali bertujuan untuk membantu Raja I Gusti Ngurah Gede Pemecutan dalam berperang melawan Kerajaan Mengwi. Selanjutnya, Pangeran Sosrodiningrat menikah dengan Raden Ayu Anak Agung Rai dan memperoleh anak bernama Dewi Khadijah. Makam salah satu wali pitu ini bisa ditemukan di Jalan Batukaru, Pemecutan.
Wali Kusamba adalah tokoh wali pitu di Bali yang memiliki nama asli Habib Ali bin Abu Bakar bin Umar Al Khamid. Beliau dikenal sebagai guru bahasa Melayu salah satu Raja Klungkung, yakni Dalem I Dewa Agung Jambe. Karena perannya yang begitu penting bagi kerajaan, tak heran kalau Makam Wali Kusamba tidak hanya dikunjungi umat Islam, tetapi juga umat Hindu di Bali.
6. Wali Kembar Karangasem
Sesuai dengan namanya, ada dua wali yang lokasinya berada di satu tempat, yakni Syeh Maulana Yusuf Al-Baghdi dan Habib Ali Bin Zaenal Abidin Al-Idrus. Asal-usul kedua makam tua ini tidak begitu jelas. Konon, kedua makam ini sudah berusia sangat tua, mencapai 400 tahun.
7. Makam Pangeran Sosrodiningrat dan Makam Raden Ayu Pemecutan
Pangeran Sosridiningrat merupakan wali pitu di Bali yang berasal dari kerajaan Mataram. Kedatangannya di Bali bertujuan untuk membantu Raja I Gusti Ngurah Gede Pemecutan dalam berperang melawan Kerajaan Mengwi. Selanjutnya, Pangeran Sosrodiningrat menikah dengan Raden Ayu Anak Agung Rai dan memperoleh anak bernama Dewi Khadijah. Makam salah satu wali pitu ini bisa ditemukan di Jalan Batukaru, Pemecutan.
(msd)
Lihat Juga :