Soal Angka Gizi Buruk di Jakpus Tinggi, Rekan Indonesia: Jangan Salah Persepsi

Jum'at, 10 Juni 2022 - 16:21 WIB
loading...
Soal Angka Gizi Buruk...
Ketua Relawan Kesehatan Jakarta Pusat Nandang Kosasih memberikan penjelasan terkait angka gizi buruk di wilayah itu. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A A A
JAKARTA - Ketua Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia Jakarta Pusat Nandang Kosasih memberikan penjelasan terkait angka gizi buruk di wilayah itu. Jakarta Pusat terpersepsikan sebagai wilayah yang tinggi angka gizi buruknya menyusul adanya 26 balita yang mengalami stunting.

Nandang menjelaskan, stunting bukan gizi buruk dan jelas berbeda. Stunting adalah kondisi dimana pertumbuhan tinggi badan tidak sesuai dengan umur saat ini.

Kondisi ini dipicu dengan kurangnya nutrisi saat hamil, bayi, dan saat masih kanak. Sedangkan gizi buruk merupakan jenis kondisi dimana kekurangan baik dari segi protein, kalori, serta vitamin dan mineral.

"Meski gizi buruk salah satu penyebab timbulnya stunting, namun penanganan dan pengaruh pada perkembangan balita yang menderita gizi buruk dan stunting berbeda" ujar Gopes panggilan akrab Nandang Kosasih, melalui siaran persnya (Jumat (10/6/2022, menanggapi pemberitaan di beberapa media terkait gizi buruk di Jakarta Pusat.

Gopes mengatakan, stunting terjadi sebagai efek jangka panjang dari kurangnya nutrisi. Sedangkan gizi buruk merupakan efek jangka pendek yang menimbulkan keluhan hingga adanya perut yang membuncit.

Gizi buruk dapat mempengaruhi kecerdasan, sedangkan stunting lebih kepada gangguan pada kesehatan tubuh dan terhambatnya pertumbuhan tinggi badan.

"Jadi memang gizi buruk dan stunting itu tidaklah sama, tapi sama-sama membahayakan kesehatan tubuh balita," tegas Gopes.

Gopes mengingatkan, stunting dan gizi buruk itu harus diatasi dan dicegah sedini mungkin agar tidak berdampak buruk untuk kesehatan anak jangka panjang.

Baca juga: Wapres Minta Angka Prevalensi Stunting Turun Minimal 3% pada 2022

"Kami apresiasi kepada Pemerintahan Kota Jakarta Pusat yang telah serius menurunkan angka stunting dari 7% menjadi 3%," kata Gopes.

Namun, Gopes juga meminta kepada posyandu dan puskesmas untuk lebih meningkatkan lagi sosilasisasi pencegahan gizi buruk dan stunting di warga Jakpus, terutama warga yang sedang hamil.

Hal ini untuk semakin meningkatkan kesadaran warga Jakpus, sehingga dapat semakin menekan angka stunting dan gizi buruk.

"Karena kebanyakan warga yg hamil itu masih rendah kesadaran keseimbangan gizinya dalam mengkonsumsi makanan, makan asal kenyang saja. Padahal untuk mengkonsumsi keseimbangan gizi gak perlu mahal," tutup Gopes

Jakarta Pusat terpersepsikan sebagai wilayah yang tinggi angka gizi buruknya bermula dari pernyataan Lurah Kartini yang menyatakan 26 balita di wilayahnya alami stunting.

"Tadinya ada 36 balita, saat ini sudah menjadi 26 balita," ujar Lurah Kartini, Ati Mediana Rabu (8/6/2022).

Balita yang mengalami stunting tersebar di sejumlah rukun warga (RW) di Kelurahan Kartini, yakni RW 001, 002, 004, 005, 007, dan 009. Lurah Kartini juga jelas menyebutkan itu sebagai stunting, bukan gizi buruk.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengurus PBH Peradi...
Pengurus PBH Peradi Jakpus Dilantik, Perkuat Komitmen Bantuan Hukum Gratis
CSR Berkelanjutan Lippo...
CSR Berkelanjutan Lippo Cikarang Cosmopolis, Tanggap Bencana-Penurunan Stunting
1 dari 5 Anak Indonesia...
1 dari 5 Anak Indonesia Stunting, Dampaknya Bisa Ganggu Kecerdasan dan Prestasi
Rekomendasi
Lelang Jabatan Sekda,...
Lelang Jabatan Sekda, Bupati Kuansing Minta Mobil Land Cruiser
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
Wali Kota Agustina Dorong...
Wali Kota Agustina Dorong Gerakan Nasional Penyelamatan Heritage Kota Maritim
Berita Terkini
Polda Metro Jaya: Korban...
Polda Metro Jaya: Korban Penipuan Hanania Travel Capai 1.430 Orang
PN Jaktim Tutup Area...
PN Jaktim Tutup Area Parkir Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa Besok
TMII: Temuan Benda di...
TMII: Temuan Benda di Anjungan Sumbar Bukan Bom Tapi Mortir Peninggalan Lama
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Palembang
Perkuat Kerja Sama Perbatasan...
Perkuat Kerja Sama Perbatasan RI-Malaysia, Ditjen Bina Adwil Kenalkan Bridge System
Ratusan Peserta Ramaikan...
Ratusan Peserta Ramaikan AllPack Surabaya dan East Beauty Pack Expo 2026
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved