Gubernur Sulsel Atensi Pemulihan Trauma Korban Selamat KM Ladang Pertiwi
Senin, 30 Mei 2022 - 20:09 WIB
loading...
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman memberikan keterangan pers kepada awak media soal pencarian korban tenggelam KM Ladang Pertiwi di Selat Makassar. Foto/Dok Pemprov Sulsel
A
A
A
MAKASSAR - Pemulihan secara psikologis menjadi perhatian terhadap korban yang ditemukan selamat dalam insiden tenggelamnya Kapal Motor (KM) Ladang Pertiwi di Selat Makassar.
Hal itu ditegaskan oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, usai melakukan peninjauan perairan Kepulauan Pangkep via helikopter, Minggu (29/5/2022) kemarin.
Baca Juga: Bupati Pangkep Jemput Korban KM Ladang Pertiwi di Banjarmasin
Dari data Basarnas Sulsel, Kapal Motor (KM) Ladang Pertiwi yang memuat 42 penumpang tenggelam di Selat Makassar pada Kamis (26/5/2022) sekitar pukul 03.30 Wita. Namun, informasi tenggelamnya kapal tersebut baru diketahui Basarnas pada Sabtu (28/5/2022).
Dari puluhan penumpang itu, 31 orang di antaranya sudah ditemukan dalam kondisi selamat. Sisanya, masih ada 11 orang dalam pencarian. Mereka yang selamat telah dievakuasi ke beberapa wilayah, mulai di Takalar hingga Banjarmasin.
“Sebanyak 10 warga yang di Takalar sudah dipulangkan ke Pangkep. Ada juga warga kita yang masih di Banjarmasin. Kita juga terus berkoordinasi dengan Bupati Pangkep untuk upaya pemulihan trauma healing untuk korban yang telah ditemukan selamat,” ungkap Gubernur Sudirman.
Upaya pemulihan ini, Gubernur Sudirman menyebut perlu dan menjadi atensi. Tujuannya untuk mengatasi gangguan psikologis seperti kecemasan, panik berlebihan dan gangguan lainnya karena lemahnya ketahanan fungsi-fungsi mental yang dimiliki individu korban kapal tenggelam.
Hal itu ditegaskan oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, usai melakukan peninjauan perairan Kepulauan Pangkep via helikopter, Minggu (29/5/2022) kemarin.
Baca Juga: Bupati Pangkep Jemput Korban KM Ladang Pertiwi di Banjarmasin
Dari data Basarnas Sulsel, Kapal Motor (KM) Ladang Pertiwi yang memuat 42 penumpang tenggelam di Selat Makassar pada Kamis (26/5/2022) sekitar pukul 03.30 Wita. Namun, informasi tenggelamnya kapal tersebut baru diketahui Basarnas pada Sabtu (28/5/2022).
Dari puluhan penumpang itu, 31 orang di antaranya sudah ditemukan dalam kondisi selamat. Sisanya, masih ada 11 orang dalam pencarian. Mereka yang selamat telah dievakuasi ke beberapa wilayah, mulai di Takalar hingga Banjarmasin.
“Sebanyak 10 warga yang di Takalar sudah dipulangkan ke Pangkep. Ada juga warga kita yang masih di Banjarmasin. Kita juga terus berkoordinasi dengan Bupati Pangkep untuk upaya pemulihan trauma healing untuk korban yang telah ditemukan selamat,” ungkap Gubernur Sudirman.
Upaya pemulihan ini, Gubernur Sudirman menyebut perlu dan menjadi atensi. Tujuannya untuk mengatasi gangguan psikologis seperti kecemasan, panik berlebihan dan gangguan lainnya karena lemahnya ketahanan fungsi-fungsi mental yang dimiliki individu korban kapal tenggelam.
Lihat Juga :