Cegah PMK, Gowa Tidak Terima Pasokan Sapi dari Luar
Minggu, 29 Mei 2022 - 14:58 WIB
loading...
Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Gowa Suhriati saat melakukan sosialisasi pencegahan PMK di peternakan sapi di Dusun Talamangape, Desa Bontolangkasa Selatan, Kecamatan Bontonompo. Foto: Istimewa
A
A
A
GOWA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa , tidak akan menerima pasokan sapi dari luar Sulsel. Hal ini sebagai bentuk kewaspadaan dalam mencegah masuknya penyakit mulut dan kuku (PMK) di daerah ini.
Hal ini disampaikan, Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Gowa Suhriati saat melakukan sosialisasi pencegahan PMK di peternakan sapi di Dusun Talamangape, Desa Bontolangkasa Selatan, Kecamatan Bontonompo.
Baca Juga: Target Pemkab Gowa : 845 Imam di Gowa Jadi Hafiz Quran
"Jadi untuk sementara kita tidak terima dulu pasokan sapi dari luar. Kita perlu waspada pada semua jenis penyakit apalagi mendekati hari raya kurban dua bulan ke depan," kata Suhriati didampingi Kasat Pol PP Gowa Alimuddin Tiro.
Menurutnya, PMK sudah banyak menyerang sapi di pulau Jawa dan lainnya. Saat ini belum masuk ke Gowa dan semoga tidak pernah ada.
Suhriati menuturkan, penyakit ini memang tidak seganas antraks namun berpengaruh pada kesehatan sapi sehingga menghambat pertumbuhan dan menurunkan kualitas hidup sapi pada umumnya.
Untuk itu, dia mengimbau kepada para peternak maupun warga di Gowa agar tidak melakukan pembelian sapi dari luar Gowa. Dinas Peternakan juga memperketat pengawasan terhadap lalulintas perdagangan atau pendistribusian sapi keluar maupun masuk ke Gowa .
Hal ini disampaikan, Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Gowa Suhriati saat melakukan sosialisasi pencegahan PMK di peternakan sapi di Dusun Talamangape, Desa Bontolangkasa Selatan, Kecamatan Bontonompo.
Baca Juga: Target Pemkab Gowa : 845 Imam di Gowa Jadi Hafiz Quran
"Jadi untuk sementara kita tidak terima dulu pasokan sapi dari luar. Kita perlu waspada pada semua jenis penyakit apalagi mendekati hari raya kurban dua bulan ke depan," kata Suhriati didampingi Kasat Pol PP Gowa Alimuddin Tiro.
Menurutnya, PMK sudah banyak menyerang sapi di pulau Jawa dan lainnya. Saat ini belum masuk ke Gowa dan semoga tidak pernah ada.
Suhriati menuturkan, penyakit ini memang tidak seganas antraks namun berpengaruh pada kesehatan sapi sehingga menghambat pertumbuhan dan menurunkan kualitas hidup sapi pada umumnya.
Untuk itu, dia mengimbau kepada para peternak maupun warga di Gowa agar tidak melakukan pembelian sapi dari luar Gowa. Dinas Peternakan juga memperketat pengawasan terhadap lalulintas perdagangan atau pendistribusian sapi keluar maupun masuk ke Gowa .
Lihat Juga :