Keluarga Pemuda yang Meninggal Usai Diamankan Polisi Ajukan Autopsi

Rabu, 18 Mei 2022 - 18:03 WIB
loading...
Keluarga Pemuda yang...
Mukram, memperlihatkan foto MA semasa hidup. Foto: SINDOnews/Ansar Jumasang
A A A
MAKASSAR - Keluarga dari MA, pemuda 18 tahun yang meninggal usai diamankan polisi mengajukan permohonan autopsi. Ini dilakukan lantaran kecurigaan mereka atas penyebab meninggalnya MA.

MA sebelumnya diamankan polisi di Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, Minggu 15Mei 2022 sekitar pukul 03.00 Wita. Oleh polisi MA diduga merupakan pengedar narkoba jenis sabu.

Baca juga:Terduga Pengedar Sabu di Makassar Meninggal Usai Diamankan Polisi

Permintaan autopsi ini disampaikan penasihat hukum dari keluarga MA, Arni Jonathan. Autopsi ini untuk mengetahui penyebab pasti kematian MA.

"Terkait proses hukumnya dari hari Minggu pukul 23.00 kami mendampingi orang tua korban untuk melaporkan langsung ke Polda Sulsel dalam hal ini Propam Polda Sulsel dan SPKT. Sementara terkait pelaporannya itu di SPKT kami sudah masukkan laporan dan kami menunggu rekomendasi dari bagian Krimum untuk permohonan kami untuk proses autopsi," tuturnya, Rabu (18/5/2022).

Arni bilang, sedari awal keluarga MA memang yang tak menginginkan untuk diautopsi, lantaran masih dalam keadaan panik.

"Adapun keputusan keluarga korban untuk menolak outopsi karena pada saat itu mereka lagi syok dan tidak bisa menerima kabar kematian anaknya. Yang meninggal dengan tidak wajar karena dia itu keluar rumah dalam keadaan sehat," ungkapnya.

Senada, Mukram ayah MA mengatakan, awalnya pihaknya memang tidak ingin melakukan upaya otopsi.Sikap polisi yang tertutupmembuat ia berpikir untuk langsung mengebumikan jenazah MA.

"Membawa pulang jenasah sulitnya. Bahkan, teganya mereka seakan tak ingin kami melihat kondisinya dulu. Mereka bilang, tenang maki pak, biar kami mandikan dulu, lalu dibungkus kemudian kita langsung kuburkan. Saya bilang, enak mu itu kalau begitu. Makanya, saat itu saya paksakan masuk. Itu alasan saya kenapa tidak mau diotopsi waktu itu. Tetapi, sekarang kami sudah ajukan," tutur Mukram saat ditemui di kediamannya, Rabu (18/5/2022).

Baca juga:Ditemukan Luka Lebam di Tubuh MA, 6 Personel Polisi Jalani Pemeriksaan Propam

Mukram pun membantah pernyataan polisi sebelumnya yang menyebut MA meninggal usai sesak nafas. Ia memastikan sesak nafas bukan penyebab kematian putranya, melainkan oleh sebab lain. Apalagi banyak luka di sekujur tubuh MA yang ditemukan.

"Omong kosong itu pak. Pembohong semua itu, mereka rekayasa. Pembelaan mereka saja. Tidak ada keluarga saya yang ada keturunan penyakit itu. Anak ku itu pak, bukan pemakai apalagi menjual barang haram seperti itu. Salah mi itu. Dia itu orangnya sabar. Sering olahraga juga," ucap Mukkram lagi.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Insiden di Blok M, Kuasa...
Insiden di Blok M, Kuasa Hukum Selebgram MIA Beri Klarifikasi
Terungkap, Selebgram...
Terungkap, Selebgram Woodyrman Mabuk saat Hajar Warga Negara Brunei di Blok M
Kronologi Wanita Ditabok...
Kronologi Wanita Ditabok Sesama Penumpang JakLingko
Buru Pemasok Sabu Jaringan...
Buru Pemasok Sabu Jaringan The Doctor, Bareskrim Polri Ajukan Red Notice
Perempuan Dikejar dan...
Perempuan Dikejar dan Diduga Dianiaya saat Akan Bersaksi di Persidangan
Polres Tanjung Priok...
Polres Tanjung Priok Bongkar Peredaran Sabu Senilai Rp1 Miliar di Jakut
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
Mantan ART Erin Wartia...
Mantan ART Erin Wartia Kabur Karena Ibunya Kritis dan Tak Diizinkan Pulang
Rekomendasi
Kemenag Buka Beasiswa...
Kemenag Buka Beasiswa INSIGHT Scholarship bagi Mahasiswa Internasional yang Ingin Kuliah di PTKIN
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
AS vs Paraguay: Tuan...
AS vs Paraguay: Tuan Rumah Unggul Tipis
Berita Terkini
Sekjen PPP Taj Yasin...
Sekjen PPP Taj Yasin dan Agus Suparmanto Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Gelar Aksi Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Berbekal PROPER Hijau,...
Berbekal PROPER Hijau, Langkah Nyata Transformasi Ekologis Diperkuat di Sulawesi Tenggara
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved