DPC Demokrat Kubu IAS Siapkan Gerakan Penolakan, Pelantikan Ulla Diundur

Kamis, 12 Mei 2022 - 07:22 WIB
loading...
DPC Demokrat Kubu IAS...
Partai Demokrat Sulsel. Foto/Istimewa
A A A
MAKASSAR - DPC kubu Ilham Arief Sirajuddin (IAS) belum juga menerima putusan DPP yang menetapkan Ni'matullah sebagai Ketua DPD Demokrat terpilih. Keputusan perlawanan yang digaungkan sejak awal pun merembet ke rencana gerakan penolakan saat pelantikan nanti.

Ketua DPC Demokrat Maros, Amirullah Nur memprediksi, potensi riak sangat besar akan terjadi. Sebab menurutnya, pelantikan tersebut mengabaikan suara mayoritas DPC yang mengajukan gugatan ke mahkamah partai.

"Kalau dia lanjutkan itu (pelantikan) pasti ada riak, karena barang salah dia lakukan. Persoalan jenis riaknya itu ya nantilah kita lihat, yang intinya ada penolakan," kata Amirullah, Rabu (11/5/2022).

Baca Juga: Kembali Gelar Roadshow, IAS Ingin Bangunkan Jejaring Tidur di Lima Daerah Ini

Mantan anggota DPRD Maros ini menuturkan, 16 DPC Demokrat kubu IAS masih solid. Termasuk menolak Ulla yang memimpin DPD Sulsel lima tahun ke depan.

"Ya pasti semua yang menolak lah (tidak hadir di pelantikan). Aksi penolakan itu dilakukan di lokasi pelantikan," ujar Amirullah.

Plt Ketua DPC Demokrat Takalar, Jefri Timbo menuturkan, pihaknya memang sejauh ini masih belum menerima penetapan Ulla. Namun ia tak mengetahui bila ada gerakan penolakan.

"Soal aksi penolakan pelantikan tidak saya tahu itu, yang saya tau 16 DPC menyampaikan klarifikasi terkait kabar pelantikan yang beredar. Jadi kami mempertanyakan persoalan etika organisasi," ujar Jefri.

Dia melanjutkan, klarifikasi 16 DPC tersebut belum direspons DPP. Jefri menilai langkah itu juga bagian dari roda organisasi, dan sesuai AD/ART.

"Belum ada informasinya, kami serahkan ke DPP bagaimana selanjutnya menyikapi surat kami. Saya ini menjalankan mekanisme partai bahwa ada aturan partai yang mengatur terkait perselisihan di internal partai. Kalau persoalan gerakan saya belum tahu itu," terangnya.

Kendati begitu, Jefri tak paham dengan rencana gerakan penolakan saat pelantikan. Dia mengaku, upayanya sejauh ini masih sebatas melayangkan surat klarifikasi ke DPP.

"Kalau soal itu (aksi penolakan pelantikan) saya tidak tahu. Kalau saya sesuai dengan mekanisme yang saya jalankan dengan teman-teman," jelas mantan Direktur Operasional PD Pasar Makassar Raya ini.

Informasi terbaru, jadwal pelantikan Ulla mengalami kemunduran. Tak hanya itu, lokasi acara juga berubah.

Awalnya Ulla direncanakan bakal dilantik bersama pengurus barunya di Four Point By Sheraton Makassar pada Selasa, 17 Mei 2022. Namun belakangan berubah ke 22 Mei dan berlokasi di Novotel.

"Jadwalnya mundur ke tanggal 22. Dan lokasinya dipindahkan ke Novotel," ungkap Ketua Tim Kerja Pelantikan, Nurlinda Salengke.

Baca Juga: Jika Hengkang dari Demokrat, IAS Condong Pindah ke Golkar atau Nasdem

Linda bilang, pemunduran jadwal ini karena mengikuti agenda DPP. Apalagi Ketua Umum DPP Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Sekjend Teuku Riefky Harsya dijadwalkan hadir.

Soal isu gerakan penolakan saat pelantikan, Linda mengaku tak tahu. Dia merasa baru mendengar informasi itu.

"Saya tidak tahu. Saya juga baru dengar ini. Saya rasa, semuanya sudah selesai. Karena sudah diputuskan oleh DPP," paparnya.

Meski begitu, ia berharap pelantikan nanti berjalan lancar. Tak ada keributan, apalagi Ketum AHY bakal hadir.

"Semoga pelantikan ini akan menjadi bagian konsolidasi internal. Sehingga Partai Demokrat Sulsel semakin solid ke depan menyongsong pemilu dan pilkada serentak," harapnya.

(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Akar Rumput,...
Perkuat Akar Rumput, BMI Demokrat Gelar Muscab dan Pelantikan Serentak se-Tegal Raya
Ibas Dorong Generasi...
Ibas Dorong Generasi Muda Pacitan Jadi Lokomotif Pembangunan
Sekjen Demokrat: Selamat...
Sekjen Demokrat: Selamat Mari-Yo, Ini Kemenangan Rakyat Papua
AHY Sebut Tudingan Partai...
AHY Sebut Tudingan Partai Demokrat di Balik Kisruh Ijazah Palsu Jokowi Fitnah
Tinjau Program BLKK...
Tinjau Program BLKK di Pacitan, Ibas Dorong Santri Melek Teknologi
Khofifah Sampaikan Duka...
Khofifah Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Meninggalnya Bendum Demokrat Renville Antonio
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Rekomendasi
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Prabowo Ajak Seluruh...
Prabowo Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman demi Kemajuan Bangsa
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
Selamatkan Bumi dari...
Selamatkan Bumi dari Asteroid, NASA Siapkan Pasukan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved