Hari Pertama Jadi Rektor, Prof Jamaluddin Teken MoU dengan Disbudpar Sulsel
Kamis, 28 April 2022 - 20:14 WIB
loading...
Penandatanganan MoU antara Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa dengan Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel, Kamis (28/4/2022). Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Prof Jamaluddin Jompa mengawali hari pertamanya sebagai Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) dengan menandatangani perjanjian kerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel, Kamis (28/4/2022).
Penandatanganan itu berlangsung di ruang kerjanya di lantai 8 Gedung Rektorat Unhas, Tamalanrea, Makassar. Kesepakatan kerja sama ini mencakup pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik desa wisata di Sulsel.
Baca juga:Rektor Unhas Dilantik, Sekolah Tinggi Pertanian Pinrang Diharap Segera Terwujud
Sebelum penandatanganan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel, Prof Muhammad Jufri memaparkan maksud dari KKN tematik desa wisata tersebut di hadapan Rektor Unhas bersama jajarannya.
Prof Jufri menjelaskan, tujuan kerja sama tersebut merupakan implementasi konsep pentahelix pengembangan pariwisata masa kini.
"Perguruan tinggi merupakan satu dari lima komponen dalam pentahelix bersama media, pelaku usaha, masyarakat, dan pemerintah," jelas mantan Dekan Fakultas Fsikologi UNM ini.
Baca juga:Dipimpin Rektor Baru, Bupati Gowa Harap Unhas Terus Cetak SDM Unggul
Lebih lanjut, Prof Jufri mengemukakan bahwa pemilihan fokus kerja sama mengenai KKN tematik desa wisata sebagai upaya membangkitkan kepariwisataan di Sulsel pasca pandemi Covid-19 dengan melibatkan perguruan tinggi.
Di sisi lain, desa wisata di Sulsel dari segi kuantitas dan kualitas sangat berpotensi untuk dikembangkan bersama-sama oleh berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.
Sementara itu Prof Jamaluddin mengaku senang dengan kerja sama tersebut. Bahkan, katanya, sudah ada dalam perencanaannya untuk proaktif ke OPD-OPD lingkup Pemprov Sulsel untuk menjalin kerja sama termasuk dengan Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel.
Baca juga:Disaksikan Erick Thohir, BSI Beri Beasiswa untuk Mahasiswa Berprestasi di Unhas
“Kami mau jemput bola sebenarnya karena kami tidak ingin menjadi Menara gading. Dan ternyata kami justru didahului oleh pariwisata (Disbudpar Sulsel) hari ini, di hari pertama saya bertugas sebagai rektor,” ungkap Prof Jamaluddin.
Guru Besar Fakultas Ilmu Kelautan ini berbagai beberapa saran terkait kepariwisataan. Ia sempat mengungkapkan angan-angannya untuk membuat sebuah tagline “provokatif” mengenai pariwisata di Sulsel.
Sebab di berbagai daerah dan negara, lanjutnya, tagline-nya memang berani melakukan klaim yang tujuannya agar orang penasaran dan akhirnya ingin berkunjung ke daerah tersebut.
Baca juga:IKA Unhas Bentuk Dua Perusahaan untuk Kemakmuran Alumni
Ia juga mengungkapkan jika potensi biodiversity terbaik ada di Sulsel dan hal tersebut harus dipasarkan dengan baik. Bahkan, menurutnya, karena posisinya sebagai yang terbaik di dunia makanya harusnya tidak sulit untuk dipasarkan.
Untuk program kerja sama KKN tematik desa wisata, Disbudpar Sulsel telah menyiapkan instrumen yang akan menjadi pembahasan antara kedua pihak di mana instrumen tersebut nantinya untuk menjadi panduan kegiatan mahasiswa dalam KKN yang diikutinya.
Penandatanganan itu berlangsung di ruang kerjanya di lantai 8 Gedung Rektorat Unhas, Tamalanrea, Makassar. Kesepakatan kerja sama ini mencakup pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik desa wisata di Sulsel.
Baca juga:Rektor Unhas Dilantik, Sekolah Tinggi Pertanian Pinrang Diharap Segera Terwujud
Sebelum penandatanganan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel, Prof Muhammad Jufri memaparkan maksud dari KKN tematik desa wisata tersebut di hadapan Rektor Unhas bersama jajarannya.
Prof Jufri menjelaskan, tujuan kerja sama tersebut merupakan implementasi konsep pentahelix pengembangan pariwisata masa kini.
"Perguruan tinggi merupakan satu dari lima komponen dalam pentahelix bersama media, pelaku usaha, masyarakat, dan pemerintah," jelas mantan Dekan Fakultas Fsikologi UNM ini.
Baca juga:Dipimpin Rektor Baru, Bupati Gowa Harap Unhas Terus Cetak SDM Unggul
Lebih lanjut, Prof Jufri mengemukakan bahwa pemilihan fokus kerja sama mengenai KKN tematik desa wisata sebagai upaya membangkitkan kepariwisataan di Sulsel pasca pandemi Covid-19 dengan melibatkan perguruan tinggi.
Di sisi lain, desa wisata di Sulsel dari segi kuantitas dan kualitas sangat berpotensi untuk dikembangkan bersama-sama oleh berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.
Sementara itu Prof Jamaluddin mengaku senang dengan kerja sama tersebut. Bahkan, katanya, sudah ada dalam perencanaannya untuk proaktif ke OPD-OPD lingkup Pemprov Sulsel untuk menjalin kerja sama termasuk dengan Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel.
Baca juga:Disaksikan Erick Thohir, BSI Beri Beasiswa untuk Mahasiswa Berprestasi di Unhas
“Kami mau jemput bola sebenarnya karena kami tidak ingin menjadi Menara gading. Dan ternyata kami justru didahului oleh pariwisata (Disbudpar Sulsel) hari ini, di hari pertama saya bertugas sebagai rektor,” ungkap Prof Jamaluddin.
Guru Besar Fakultas Ilmu Kelautan ini berbagai beberapa saran terkait kepariwisataan. Ia sempat mengungkapkan angan-angannya untuk membuat sebuah tagline “provokatif” mengenai pariwisata di Sulsel.
Sebab di berbagai daerah dan negara, lanjutnya, tagline-nya memang berani melakukan klaim yang tujuannya agar orang penasaran dan akhirnya ingin berkunjung ke daerah tersebut.
Baca juga:IKA Unhas Bentuk Dua Perusahaan untuk Kemakmuran Alumni
Ia juga mengungkapkan jika potensi biodiversity terbaik ada di Sulsel dan hal tersebut harus dipasarkan dengan baik. Bahkan, menurutnya, karena posisinya sebagai yang terbaik di dunia makanya harusnya tidak sulit untuk dipasarkan.
Untuk program kerja sama KKN tematik desa wisata, Disbudpar Sulsel telah menyiapkan instrumen yang akan menjadi pembahasan antara kedua pihak di mana instrumen tersebut nantinya untuk menjadi panduan kegiatan mahasiswa dalam KKN yang diikutinya.
(luq)
Lihat Juga :