alexametrics

Limbah plastik disulap jadi bahan bakar

loading...
Limbah plastik disulap jadi bahan bakar
Arif saat mempragakan pemakaian energi alternatifnya (foto:
A+ A-
Sindonews.com - Di tengah maraknya gonjang-ganjing kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa pekan lalu, salah satu warga kecamatan Lau, kabupaten Maros, telah memikirkan bagaimana mendapatkan pengganti BBM yang secara ekonomi jauh lebih murah dibandingkan dengan BBM yang dijual Pertamina.

Salah satu warga Kecamatan Lau, Arifuddin (42) berhasil menyulap limbah plastik menjadi tenaga bahan bakar. Lulusan peternakan, ini berhasil menyuling limbah plastik menjadi bahan bakar minyak, mulai dari minyak tanah, bensin dan solar.

Dia mengaku, melirik limbah plastik, karena berawal dari persoalan lingkungan. Pasalnya, limbah pelastik itu salah satu limbah yang sangat sulit diurai oleh tanah.



"Saya mencoba mencari solusi untuk membuat bensin dari limbah plastik. Makanya saya membuat alat penyulingan limbah plastik tersebut. Momennya juga pas, ketika pemerintah berencana akan menaikkan harga BBM," ujarnya kepada wartawan, saat ditemui di area pameran, Kamis (27/6/2013).

Dia menuturkan, karena masih tahap uji coba, maka produksi penyulingan limbah plastik ini masih sedikit. Masih dalam jumlah pemakaian pribadi. Untuk menghasilkan satu liter minyak, Arifuddin menggunakan sekitar 1 kg plastik. Pengolahan ini jauh lebih murah, bila dibandingkan dengan BBM yang dijual Pertamina.

Menurutnya, harga seluruh produksi itu mencapai Rp3.000. "Saya sudah hitung-hitung, penggunaan minyak dari limbah plastik ini, jauh lebih murah dibandingkan harus membeli di luar. Apa lagi bila dibandingkan dengan harga BBM yang dijual pemerintah. Kita bisa hemat sampai 50 persen," katanya.

Arifuddin mengaku, untuk mendapatkan ide pengolahan limbah tersebut, dia mendapatkan referensi dari media online serta buku. Dari sanalah dia belajar menyuling limbah pelastik.

Pada penyulingan pertama, bahan bakar minyak tersebut, masih mengandung minyak tanah, bensin dan solar. Nanti pada penyulingan kedua, baru bisa menghasilkan bensin. "Saya sudah menggunakan hasil olahan penyulingan ini. Dan sejauh ini tidak ada masalah," ungkapnya.
(san)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak