200 Warga Kecamatan Tempe Dapat Bantuan Paket Sembako
Rabu, 20 April 2022 - 22:09 WIB
loading...
Bupati Wajo, Amran Mahmud menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat di Kecamatan Tempe. Foto: SINDOnews/Reza Pahlevi
A
A
A
WAJO - Sebanyak 200 warga dari 16 kelurahan di Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo mendapat bantuan paket sembako dari Kementerian Pertanian . Bantuan itu diserahkan langsung Bupati Wajo, Amran Mahmud, Rabu (20/4/2022).
Menurut Bupati Amran , bantuan ini terdiri dari paket minyak goreng dan gula pasir. Dua komoditas ini merupakan barang yang susah didapatkan saat ini, utamanya minyak goreng.
Baca juga: Pemkab Wajo Terima Bantuan Perahu Fiber dari Kementerian Sosial
"Terima Kasih Pak Menteri dan Pak Gubernur. Bantuan paket ini tentu sangat bermanfaat dan membantu masyarakat kami," ujarnya.
Selain memberikan 200 paket sembako kepada masyarakat miskin, Pemerintah Kecamatan Tempe juga menyalurkan bantuan 385 paket sembako kepada masing-masing perwakilan ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), ketua Rukun Warga (RW) atau kepala lingkungan, dan ketua Rukun Tetangga (RT) se-Kecamatan Tempe.
Bupati menerangkan, 385 paket sembako itu berasal dari Pemerintah Kecamatan Tempe yang didapatkan dari beberapa donatur.
"Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Tempe, Yayasan Baitul Maal, dan Baznas Wajo atas inisiasi dan perhatiannya menyiapkan bantuan tersebut," katanya.
Baca juga: Bupati Wajo Target Raih Predikat A pada Rakor Hasil Evaluasi Sakip-RB
Sementara itu, Camat Tempe, Supardi Amar menjelaskan, pemberian paket ini merupakan apresiasi dari Pemerintah Kecamatan Tempe atas sinergi dan dukungannya dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat.
"Apalagi dengan adanya program inovasi layanan administrasi kependudukan terintegrasi (Laktasi) Pemerintah Kecamatan Tempe yang semakin membutuhkan dukungan dari lembaga tersebut," bebernya.
Melalui kesempatan ini, Supardi melaporkan kepada Bupati Wajo bahwa setidaknya ada lima layanan dalam Laktasi tersebut.
"Pertama adalah akte kelahiran bayi yang melahirkan di puskesmas. Ada tiga puskesmas di Kecamatan Tempe yakni Puskesmas Tempe, Puskesmas Salewangeng, dan Puskesmas Pattirosompe. Kita berikan kewenangan puskesmas untuk mengusulkan langsung akte kelahiran. Itu berlaku hanya bagi yang melahirkan di puskesmas," katanya.
Kedua, pencatatan untuk kartu identitas anak (KIA), yang menggandeng seluruh sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang ada di lingkup Kecamatan Tempe. "Untuk KIA sudah menggandeng beberapa sekolah dasar dan SMP, yang nantinya akan menyeluruh ke semua sekolah," ujar Supardi.
Baca juga: Pemkab Wajo Tunjukkan Komitmen Tingkatkan Kualitas Wirausaha
Ketiga, usia wajib kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) biasanya adalah usia SMA, dan Pemerintah Kecamatan Tempe menggandeng tiap SMA agar seluruh siswa yang wajib KTP-el melakukan perekaman. Keempat, pencatatan peristiwa nikah dan juga perubahan status menikah yang ada di KTP-el dan kartu keluarga yang melibatkan Kantor Urusan Agama (KUA).
Kelima, adalah penerbitan akta kematian yang melibatkan imam lingkungan dan imam kelurahan se-Kecamatan Tempe. "Kami telah meneken memorandum of understanding (MoU) awal November 2021 lalu, dengan leading sector masing-masing," pungkasnya
Menurut Bupati Amran , bantuan ini terdiri dari paket minyak goreng dan gula pasir. Dua komoditas ini merupakan barang yang susah didapatkan saat ini, utamanya minyak goreng.
Baca juga: Pemkab Wajo Terima Bantuan Perahu Fiber dari Kementerian Sosial
"Terima Kasih Pak Menteri dan Pak Gubernur. Bantuan paket ini tentu sangat bermanfaat dan membantu masyarakat kami," ujarnya.
Selain memberikan 200 paket sembako kepada masyarakat miskin, Pemerintah Kecamatan Tempe juga menyalurkan bantuan 385 paket sembako kepada masing-masing perwakilan ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), ketua Rukun Warga (RW) atau kepala lingkungan, dan ketua Rukun Tetangga (RT) se-Kecamatan Tempe.
Bupati menerangkan, 385 paket sembako itu berasal dari Pemerintah Kecamatan Tempe yang didapatkan dari beberapa donatur.
"Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Tempe, Yayasan Baitul Maal, dan Baznas Wajo atas inisiasi dan perhatiannya menyiapkan bantuan tersebut," katanya.
Baca juga: Bupati Wajo Target Raih Predikat A pada Rakor Hasil Evaluasi Sakip-RB
Sementara itu, Camat Tempe, Supardi Amar menjelaskan, pemberian paket ini merupakan apresiasi dari Pemerintah Kecamatan Tempe atas sinergi dan dukungannya dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat.
"Apalagi dengan adanya program inovasi layanan administrasi kependudukan terintegrasi (Laktasi) Pemerintah Kecamatan Tempe yang semakin membutuhkan dukungan dari lembaga tersebut," bebernya.
Melalui kesempatan ini, Supardi melaporkan kepada Bupati Wajo bahwa setidaknya ada lima layanan dalam Laktasi tersebut.
"Pertama adalah akte kelahiran bayi yang melahirkan di puskesmas. Ada tiga puskesmas di Kecamatan Tempe yakni Puskesmas Tempe, Puskesmas Salewangeng, dan Puskesmas Pattirosompe. Kita berikan kewenangan puskesmas untuk mengusulkan langsung akte kelahiran. Itu berlaku hanya bagi yang melahirkan di puskesmas," katanya.
Kedua, pencatatan untuk kartu identitas anak (KIA), yang menggandeng seluruh sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang ada di lingkup Kecamatan Tempe. "Untuk KIA sudah menggandeng beberapa sekolah dasar dan SMP, yang nantinya akan menyeluruh ke semua sekolah," ujar Supardi.
Baca juga: Pemkab Wajo Tunjukkan Komitmen Tingkatkan Kualitas Wirausaha
Ketiga, usia wajib kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) biasanya adalah usia SMA, dan Pemerintah Kecamatan Tempe menggandeng tiap SMA agar seluruh siswa yang wajib KTP-el melakukan perekaman. Keempat, pencatatan peristiwa nikah dan juga perubahan status menikah yang ada di KTP-el dan kartu keluarga yang melibatkan Kantor Urusan Agama (KUA).
Kelima, adalah penerbitan akta kematian yang melibatkan imam lingkungan dan imam kelurahan se-Kecamatan Tempe. "Kami telah meneken memorandum of understanding (MoU) awal November 2021 lalu, dengan leading sector masing-masing," pungkasnya
(luq)
Lihat Juga :