Polisi Amankan 10 Orang saat Demo Mahasiswa di DPRD Sulsel Ricuh
Selasa, 12 April 2022 - 11:28 WIB
loading...
Seorang pendemo mencoba melempar batu ke dalam Kantor DPRD Sulsel, Senin (11/4/2022). Foto: SINDOnews/Maman Sukirman
A
A
A
MAKASSAR - Polda Sulsel memastikan telah mengamankan 10 orang saat demonstrasi mahasiswa di depan Kantor DPRD Sulsel pada Senin (12/4/2022). Mereka ditangkap saat terjadi kericuhan di tengah berlangsungnya demonstrasi.
“Kemudian dari pendorongan tadi, melempari anggota kami. Ada yang kami amankankan 10 orang. Kami terus lakukan identifikasi,” ujar Kapolda Sulsel , Irjen Pol Nana Sudjana, Senin (11/4/2022).
Baca juga:Sempat Ricuh, Kapolres Palopo Janji Bebaskan Pengunjuk Rasa saat Aksi 11 April
Kapolda menerangkan, kericuhan yang terjadi dalam aksi demonstrasi oleh kelompok mahasiswa tersebut ditengarai karena adanya oknum yang melempari kantor DPRD Sulsel dengan batu
Nana bilang, polisi telah memperingatkan pendemo agar tidak melempar batu tapi tidak digubris para pelaku.
"Mereka ini sudah kita peringatkan (mahasiswa) untuk menghentikan pelemparan, karena akan merusak apalagi kantor pemerintah dan juga dewan, tapi tidak digubris," ujarnya.
"Mau tidak mau kita lakukan pendorongan, tetapi kita sampaikan persuasif, namun mereka tidak mendengarkan. Terpaksa kita gunakan gas air mata" tuturnya.
“Kemudian dari pendorongan tadi, melempari anggota kami. Ada yang kami amankankan 10 orang. Kami terus lakukan identifikasi,” ujar Kapolda Sulsel , Irjen Pol Nana Sudjana, Senin (11/4/2022).
Baca juga:Sempat Ricuh, Kapolres Palopo Janji Bebaskan Pengunjuk Rasa saat Aksi 11 April
Kapolda menerangkan, kericuhan yang terjadi dalam aksi demonstrasi oleh kelompok mahasiswa tersebut ditengarai karena adanya oknum yang melempari kantor DPRD Sulsel dengan batu
Nana bilang, polisi telah memperingatkan pendemo agar tidak melempar batu tapi tidak digubris para pelaku.
"Mereka ini sudah kita peringatkan (mahasiswa) untuk menghentikan pelemparan, karena akan merusak apalagi kantor pemerintah dan juga dewan, tapi tidak digubris," ujarnya.
"Mau tidak mau kita lakukan pendorongan, tetapi kita sampaikan persuasif, namun mereka tidak mendengarkan. Terpaksa kita gunakan gas air mata" tuturnya.
Lihat Juga :