50 Kelurahan Zona Merah Covid-19, Wali Kota Depok Minta Warga Diam di Rumah

Jum'at, 24 April 2020 - 19:03 WIB
loading...
50 Kelurahan Zona Merah...
Wali Kota Depok Mohammad Idris.Foto/SINDOnews/Dok
A A A
DEPOK - Wali Kota Depok Mohammad Idris meminta masyarakat untuk berdiam di rumah dan mengenakan masker. Pasalnya 50 keluruhan di Kota Depok masuk dalam kategori zona merah Covid-19.

"Dari 63 kelurahan di Depok, hampir 50 kelurahan yang menjadi zona merah. Dengan kondisi tersebut, warga diminta untuk mematuhi aturan mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)," ungkap Idri kepada wartawan Jumat (24/4/2020).

Idris mengajak masyarakat untuk berdiam di rumah dan mengunakan masker dan menghindari kerumunan. "Dengan hormat dan kasih sayang. Untuk tidak berkerumun. Juga manfaatkan Ramadhan di rumah masing-masing. Jelang buka puasa tidak kerumunan dan manfaatkan zikir dan tadarus," katanya.

Selain itu Idris juga menginfokan bahwa ada tujuh pasar tradisional di Depok sudah menerapkan belanja online atau daring. Sehingga, warga Depok tidak perlu ke pasar untuk berbelanja kebutuhan pokok."Pemerintah sudah membuka pasar tradisional sebanyak 7 pasar yang melayani belanja online go shop," ujarnya.

Ketika ditanya soal masih adanya warga yang melaksanakan tarawih di masjid, Idris mengimbau agar seluruh umat Islam di Kota Depok, untuk mengikuti arahan dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 451/64/Yanbangsos tanggal 23 April 2020 dan Surat Edaran Wali Wota Depok Nomor 451/194-Huk/GT tanggal 22 April 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah
Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H dalam Situasi Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19). "Shalat taraweh dilakukan secara individua atau berjamaah bersama keluarga inti di rumah," ucapnya.

Terkait dengan larangan mudik dari pemerintah pusat, Idris menuturkan, larangan mudik dan saat ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran CoronaVirus Disease 2019 (COVID-19). "Mulai hari ini operasional Terminal Jatijajar yang dikelola BPTJ dihentikan, sehingga layanan bus AKAP dan bus AKDP mulai hari ini tidak ada layanan. Terima kasih kepada seluruh perusahaan angkutan, yang sudah sangat responsif dalam melaksanakan kebijakan pemerintah ini," ucapnya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
47 Sekolah Swasta Gratis...
47 Sekolah Swasta Gratis di Depok 2026, dari Pancoran Mas, Beji, hingga Cinere
33 Sekolah Swasta di...
33 Sekolah Swasta di Depok Gratis Jenjang SMP, Cek Daftar Lengkapnya
Pemkot Gelar Depok Run...
Pemkot Gelar Depok Run Festival 22 Juni Bakal Diikuti 2.500 Peserta, Pakai Rute CFD
Rekomendasi
Randy Martin Buka Bisnis...
Randy Martin Buka Bisnis Photobooth, Kemesraannya dengan Lyodra Curi Perhatian
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
Berita Terkini
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Infografis
Penyebab Kasus Covid-19...
Penyebab Kasus Covid-19 di Indonesia Naik, Salah Satunya Mutasi Virus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved