Siapa Tak Kenal Blok M? Tempat Nongkrong Anak Muda dari Masa ke Masa
Sabtu, 09 April 2022 - 07:02 WIB
loading...
Pusat perbelanjaan Blok M Square, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Foto: Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Siapa yang tidak mengenal Blok M? Kawasan yang terletak di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan , ini selalu jadi favorit anak muda .
Pusat perbelanjaan, wisata kuliner, daerah bernuansa Jepang, hingga berbagai tempat yang instagramable bisa ditemukan di sini. Sejak dulu Blok M memang jadi pusat gaya hidup warga Jakarta. Baca juga: Asal Usul Kebayoran, dari Penimbunan Kayu hingga Jadi Kawasan Elite di Jakarta
Pada zaman koloni Belanda, pemerintah melakukan serangkaian pembenahan wilayah Batavia. Menurut sejarawan Asep Kambali, kawasan Selatan dibangun menjadi kota satelit pada tahun 1940. Lalu pembangunan tersebut dilanjutkan oleh Presiden Soekarno pasca kemerdekaan.
Dibuat jalan penghubung yang sekarang dikenal sebagai Jalan Sudirman Thamrin. Kota satelit ini kemudian dibagi menjadi beberapa blok, mulai dari Blok A hingga Blok S. Nah, kawasan Blok M lalu didapuk sebagai sentra bisnis, perbelanjaan, hingga terminal dalam kota.
Di era 80-an dan 90-an, Blok M sudah jadi tempat nongkrong anak muda metropolitan. Pada masa itu sudah banyak mal yang jaraknya berdekatan satu sama lain, mulai dari Pasaraya, Melawai, Blok M Mal, dan Pasar Mayestik.
Para anak muda yang rata-rata masih duduk di bangku SMA mejeng untuk cuci mata, cari hiburan, belanja, atau cari cinta. Zaenuddin HM dalam bukunya yang berjudul 212 Asal-Usul Djakarta Tempo Doeloe terbitan tahun 2012 menyebut, banyak ABG yang nongkrong di Blok M sejak sore hingga malam hari.
Pusat perbelanjaan, wisata kuliner, daerah bernuansa Jepang, hingga berbagai tempat yang instagramable bisa ditemukan di sini. Sejak dulu Blok M memang jadi pusat gaya hidup warga Jakarta. Baca juga: Asal Usul Kebayoran, dari Penimbunan Kayu hingga Jadi Kawasan Elite di Jakarta
Pada zaman koloni Belanda, pemerintah melakukan serangkaian pembenahan wilayah Batavia. Menurut sejarawan Asep Kambali, kawasan Selatan dibangun menjadi kota satelit pada tahun 1940. Lalu pembangunan tersebut dilanjutkan oleh Presiden Soekarno pasca kemerdekaan.
Dibuat jalan penghubung yang sekarang dikenal sebagai Jalan Sudirman Thamrin. Kota satelit ini kemudian dibagi menjadi beberapa blok, mulai dari Blok A hingga Blok S. Nah, kawasan Blok M lalu didapuk sebagai sentra bisnis, perbelanjaan, hingga terminal dalam kota.
Di era 80-an dan 90-an, Blok M sudah jadi tempat nongkrong anak muda metropolitan. Pada masa itu sudah banyak mal yang jaraknya berdekatan satu sama lain, mulai dari Pasaraya, Melawai, Blok M Mal, dan Pasar Mayestik.
Para anak muda yang rata-rata masih duduk di bangku SMA mejeng untuk cuci mata, cari hiburan, belanja, atau cari cinta. Zaenuddin HM dalam bukunya yang berjudul 212 Asal-Usul Djakarta Tempo Doeloe terbitan tahun 2012 menyebut, banyak ABG yang nongkrong di Blok M sejak sore hingga malam hari.
Lihat Juga :