alexametrics

Petakan ekologi, besok Walhi susuri Brantas

loading...
Petakan ekologi, besok Walhi susuri Brantas
Ilustrasi. (foto: muhammadroqib/koransindo)
A+ A-
Sindonews.com - Untuk mengethaui kondisi Sungai Brantas yang membelah kawasan Jawa Timur, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) bersama Pecinta Alam, Pegiat Lingkungan, akan melakukan penyusuran sungai mulai 13-18 April 2013.

Menurut Dewan Daerah Walhi Jawa Timur, Purnawan D. Negara, susur Sungai Brantas inji adalah untuk mengidentifikasi persoalan ekologi kritis DAS Brantas.

"Akan ada dua tim yang turun nanti, observasi di darat dan di air," kata Purnawan, Jumat (12/4/2013).



Berdasarkan perencanaannya, tim observasi air akan menggunakan dua perahu karet dan mengikuti Sungai Brantas. tim ini dibagi menjadi lima etape. Etape I meliputi Batu–Malang (Karangkates) dan etape II, Blitar–Kediri.

Kemudian etape III, Jombang–Mojokerto, etape IV, Mojokerto–Gresik/Krian dan Mojokerto–Porong, serta etape V, Krian–Surabaya dan Porong–Surabaya.

Sedangkan tim darat akan mengobservasi titik-titik tertentu seperti di Singosari, Malang. Di sini, tim akan mendokumentasikan pengelolaan kawasan sumber air situs Sumberawan dan Situs Watugede.

Lalu di Ngadas, Malang, mendokumentasikan model kelola pertanian dan potensi sumber hayati kawasan pegunungan Tengger.

Sedangkan di kawasan Bumiaji, Kota Batu, tim akan mendokumentasikan kawasan mata air yang terancam aktivitas industri wisata. Di Blitar dan Tulungagung, pendokumentasian arca penanda hubungan dengan air di Karangkates, Penataran di Blitar, dan Dam pemisah di Ngrowo Tulungagung.

Hasil dari pemetaan Ekologi Kritis DAS Brantas, ini akan dipresentasikan pada 18 April 2013 di area Monumen Kapal Selam dan 19-21 di Taman Bungkul Surabaya yang keseluruhannya difasilitasi dalam rangkaian Konsultasi Nasional Lingkungan Hidup dan peringatan Hari Bumi 2013.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak