alexametrics

Pelestarian hutan, Jabar rela ngutang

loading...
Pelestarian hutan, Jabar rela ngutang
Ilustrasi (istimewa)
A+ A-
Sindonews.com - Minimnya anggaran untuk pelestarian hutan di Jawa Barat membuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) berinisiatif menggunakan dana dari luar negeri.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, selama ini dana kehutanan lebih mengutamakan pembangunan struktural, seperti pengerukan, pembuatan tanggul, dan lain-lain. Sementara dana untuk konservasi atau penanaman pohon berikut perawatannya sangat minim.

"Untuk struktur Citarum kita berani minjam ke ADB (Asian Depelopment Bank). Untuk urusan yang bersifat non struktural kita juga harus berani membiayai," kata Heryawan, Jumat (15/3/2013).



Menurutnya, bisa saja pemerintah minjam uang ke World Bank untuk pembangunan hutan nonstruktural tersebut.

"Jika memang diperlukan pendanaan besar sampai pinjam kan tidak masalah," katanya.

Ia menuturkan, misalnya untuk pengerukan Citarum pada 2011 pemerintah menganggarkan Rp1,3 triliun sedangkan untuk penghijauan tidak ada.

Meski begitu, Heryawan tidak bermasud bahwa Pemprov Jabar akan ngutang ke luar negeri untuk pembiayaan konservasi hutan di Jabar. Untuk saat ini memang belum diperlukan hutang luar.

"Saya hanya katakan kalau melestarikan hutan itu kan perlu biaya besar, pinjam pun enggak apa-apa," katanya.
(ysw)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak