Diburu Polisi Setubuhi Anak Kandung 25 Kali, Pria Sidoarjo Ditemukan Tewas Misterius
Sabtu, 26 Maret 2022 - 01:12 WIB
loading...
Pelaku pencabulan anak kandung di Sidoarjo ditemukan tewas misterius di kawasan Wonokromo, Surabaya.Foto/ist
A
A
A
SIDOARJO - Pria pelaku pencabulan anak kandung di Sidoarjo ditemukan tewas misterius di kawasan Wonokromo, Surabaya, Jumat (25/3/2022). Pria bernama AT (42) ini menjadi buronan Polresta Sidoarjo atas dugaan pencabulan 25 kali terhadap darah daging sendiri.
Kasus ini bermula dari laporan ibu kandung Mawar (korban) ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Sidoarjo, Jumat (11/3/2022).
Baca juga: Tragis! Terjatuh Dibonceng Motor Anaknya, Ibu Rumah Tangga Tewas Dilindas Trailer
"Ibu korban melaporkan ke kami, bahwa puterinya telah mengalami beberapa kali tindak pencabulan, persetubuhan dan ancaman kekerasan oleh ayah kandungnya sendiri,” ujar Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP Oscar Stefanus Setja, Jumat (25/3/2022).
Hadil pemeriksaan dan keterangan korban, ayahnya tega melakukan pencabulan dan persetubuhan sebanyak 25 kali. Mulai April 2021 sampai Maret 2022. Perbuatan tercela dilakukan saat sang ibu tidak ada di rumah kos. Korban tidak berani cerita karena diancam kekerasan oleh ayahnya. Hingga akhirnya korban memberanikan diri cerita ke ibunya, pasca kejadian terakhir pada 11 Maret 2022.
Kasus ini bermula dari laporan ibu kandung Mawar (korban) ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Sidoarjo, Jumat (11/3/2022).
Baca juga: Tragis! Terjatuh Dibonceng Motor Anaknya, Ibu Rumah Tangga Tewas Dilindas Trailer
"Ibu korban melaporkan ke kami, bahwa puterinya telah mengalami beberapa kali tindak pencabulan, persetubuhan dan ancaman kekerasan oleh ayah kandungnya sendiri,” ujar Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP Oscar Stefanus Setja, Jumat (25/3/2022).
Hadil pemeriksaan dan keterangan korban, ayahnya tega melakukan pencabulan dan persetubuhan sebanyak 25 kali. Mulai April 2021 sampai Maret 2022. Perbuatan tercela dilakukan saat sang ibu tidak ada di rumah kos. Korban tidak berani cerita karena diancam kekerasan oleh ayahnya. Hingga akhirnya korban memberanikan diri cerita ke ibunya, pasca kejadian terakhir pada 11 Maret 2022.
Lihat Juga :