Kawasan Puncak Kerap Macet di Masa PSBB Transisi, Ini Respons Bupati Bogor

Rabu, 17 Juni 2020 - 12:31 WIB
loading...
Kawasan Puncak Kerap...
Kemacetan para pemotor di Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.Foto/Istimewa
A A A
BOGOR - Pemkab Bogor melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor menegaskan belum ada rencana membuka obyek wisata di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional fase transisi menuju new normal ini. Namun demikian, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor tak bisa berbuat banyak ketika kawasan Puncak terus diserbu wisatawan, khususnya saat akhir pekan hingga menimbulkan penumpukan atau kerumunan.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Bogor Ade Yasin saat dikonfirmasi terkait viralnya sebuah video kerumunan pengendara roda dua yang terjebak kemacetan di kawasan Puncak hingga Cianjur, akhir pekan lalu."Kita belum membuka secara total obyek wisata di kawasan Puncak. Kalau soal kemacetan yang terjadi akhir pekan lalu karena banyak warga yang nekat bergerak ke arah Puncak melalui 'jalan tikus' yang memang tak ada penjagaan dari petugas," kata Ade Yasin kepada wartawan, Rabu (17/06/2020).

Ade yang juga menjabat sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor menuturkan, sebagian besar masyarakat yang berkunjung ke kawasan Puncak itu adalah warga luar Bogor. "Itu (Wisatawan) dari luar Bogor, karena rata-rata pelatnya dari luar," tuturnya. (Baca: Klaster Pasar Cileungsi Jadi Episentrum Baru Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bogor)

Menurut Ade banyaknya jalan pintas yang mulai diketahui para pengendara roda dua juga menjadi penyebab, tingkat kunjungan kawasan Puncak sulit dikontrol."Sebab sebagian besar jalan pintas ini sering dimanfaatkan oleh pengendara sepeda motor agar tidak terlihat petugas Gugus Tugas Covid-19. Arah puncak banyak jalan tikusnya dan ini dimanfaatkan oleh pengendara motor sehingga (di masa PSBB ini) Puncak macet terus," katanya.

Dia mengaku tak bisa berbuat banyak dalam mengendalikan tingkat kunjungan di kawasan Puncak. Maka dari itu, Ade hanya bisa mengimbau wisatawan untuk tidak berbondong-bondong datang ke Puncak, Bogor.

"Kami hanya bisa mengimbau kepada masyarakat, khususnya dari luar Bogor, agar tidak berbondong-bondong ke Puncak, tunggu sampai kondisi membaik saja. Selain itu, karena keterbatasan aparat, jadi tidak semua jalan masuk ke Puncak bisa dikontrol dan untuk saat ini kami hanya bisa mengimbau," katanya.

Di tempat terpisah Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor Syarifah Sofiah menyebutkan masih belum berencana mengeluarkan rekomendasi untuk membuka objek wisata, karena angka reproduksi efektif (Rt) atau penularan Covid-19 di wilayahnya masih di atas satu. "Sebagaimana kita ketahui objek wisata baru akan dibuka jika suatu daerah masuk dalam kategori zona biru. Penetapan zona biru itu, antara lain jika angka Rt kurang dari satu, setidaknya dalam dua minggu berturut-turut dan juga ada variabel lainnya. Kalau itu sudah terpenuhi, maka objek wisata boleh buka dengan pembatasan jumlah pengunjung," jelasnya.

Bahkan, alasan belum memiliki rencana untuk membuka obyek wisata di Kabupaten Bogor karena setiap hari jumlah kasus positif baru Covid-19 terus bertambah. dalam tiga hari terakhir, yakni 14, 15 dan 16 Juni 2020, tambahan kasus pasien terkonfirmasi positif mencapai 21 orang. Sementara pasien sembuh hanya lima orang.

Tak hanya itu, pada Minggu (14/06/2020) tambahan pasien positif mencapai 12 orang dan keesokan harinya terdapat tambahan lima orang pasien positif. Sehingga secara keseluruhan, pasien positif aktif atau yang masih menjalani perawatan di Kabupaten mencapai 220 orang.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Puncak Masih Jadi Tujuan...
Puncak Masih Jadi Tujuan Wisata, Kemenhub-Pemkab Bogor Akan Optimalkan Jalur Alternatif
Menengok Pos Pengamanan...
Menengok Pos Pengamanan Gabungan Dekat Rumah Prabowo di Hambalang
Arus Lalu Lintas dari...
Arus Lalu Lintas dari Puncak Arah Jakarta Macet Jelang Simpang Gadog, Ini Penyebabnya
Rekomendasi
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Veloz Hybrid EV Keliling...
Veloz Hybrid EV Keliling Sulawesi 40 Hari Nonstop, Untuk Apa?
Berita Terkini
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
Infografis
Jadi Buah Terbaik di...
Jadi Buah Terbaik di Asia Tenggara, Ini 7 Manfaat Manggis untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved