Nipah Park Komitmen Dukung Pengembangan Industri Kreatif
Jum'at, 25 Maret 2022 - 20:30 WIB
loading...
Dua pengunjung mengamati seksama karya mahasiswa Jurusan Seni Rupa Unismuh yang dipajang di Nipah Park, Jumat (25/3/2022). Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Unit bisnis dari Kalla Inti Karsa, Nipah Park berkomitmen untuk mendukung industri kreatif di Tanah Air. Salah satunya terlihat dari ruang yang selalu diberikan untuk menuangkan kreativitas.
Terbaru, BikinBikin Creative Hub, Nipah Park dipilih menjadi lokasi pelaksanaan After Comma Exhibition pada tanggal 22 sampai 24 Maret 2023. Pameran itu diinisiasi oleh mahasiswa Jurusan Seni Rupa Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh).
Baca juga:Hadir di NIPAH, Timur Resto Sajikan Kuliner Khas Indonesia Timur
Pameran terbagi menjadi lima bidang kesenian, yaitu seni ilustrasi, kriya, lukis, fotografi, dan tipografi. Dalam pameran ini terdapat sembilan perupa, yakni Alwi Widodo, Nichael Deby Atmadi, Yusril Syarif, Tri Januarty, Ariyanti Bahar, Hasriati G, Andi Abdul Khalik Usman, Muh Utomo B. dan Ahmad Rifaldi.
After Comma Exhibition merupakan penyelenggaraan pameran wajib bagi mahasiswa dan terbuka untuk umum. Penyelenggaraan pameran ini sangat berfokus pada pengapresiasian karya dan beberapa konten yang berkaitan dengan pameran serta sesi berbagi dalam bidang seni rupa.
Tema After Comma sendiri, merupakan representasi perupa mengenai kehidupan manusia yang terpaksa terjeda (comma) sebab adanya pandemi menghambat segala aktivitas tetapi harus memulai kehidupan normal dengan cara yang baru.
Termasuk sembilan mahasiswa Unismuh yang akhirnya tersadar untuk kembali melanjutkan apa yang telah dimulai. Berangkat dari hal tersebut, mereka menggelar pameran ini sebagai syarat penyelesaian studi.
Baca juga: Pekan Raya Jurnalistik UINAM Dihelat di Nipah Mall Awal Desember
Sebanyak 63 karya seni di pameran ini dikuratori oleh Muhammad Gazali, seorang tenaga pengajar di Unismuh yang juga aktif sebagai anggota Rumah Seni Kasumba dan terlibat dalam tim kuratorial L-Project Makassar. Selain penampilan dan pameran seni, beragam acara pun ikut dihelat.
Yang tak kalah menarik, dalam event ini juga ada tari tradisional, penampilan musik oleh Angko dan artist talk sembilan perupa After Comma Exhibition.
Art Director After Comma Exhibition, Muhammad Rizal mengungkapkan, pameran ini merupakan pameran seni rupa pertama yang kembali diadakan oleh Unismuh setelah sebelumnya diadakan pada tahun 2019.
"Pameran ini adalah langkah awal buat kita berkarya lebih giat lagi, setelah dua tahun terjeda. Kami berharap pameran ini bisa menjadi inspirasi bagi kami, dan teman-teman perupa lainnya untuk kembali bangkit dari ‘comma’, memulai kehidupan yang baru dan menyelesaikan apa yang telah kita mulai. We’re not just dead, we just enjoy the comma," pungkasnya.
Baca juga:Makassar Great Sale, Berbelanja Dapat Diskon dan Hadiah Voucher Ratusan Juta
Marketing & Communication Manager PT Kalla Inti Karsa , Datu Primadona Husain, mengungkapkan selalu mendukung para pelaku industri kreatif. Nipah Park tidak hanya sebagai pusat perbelanjaan tetapi juga menjadi alternatif bagi para pelaku industri kreatif.
"Event ini merupakan salah satu upaya dan komitmen kami untuk selalu mendukung setiap pelaku dan kegiatan industri kreatif, seni, dan budaya. Ini juga salah satu cara kami mengapresiasi karya seni para perupa yang selalu menggenggam harapan dan optimisme," katanya.
Terbaru, BikinBikin Creative Hub, Nipah Park dipilih menjadi lokasi pelaksanaan After Comma Exhibition pada tanggal 22 sampai 24 Maret 2023. Pameran itu diinisiasi oleh mahasiswa Jurusan Seni Rupa Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh).
Baca juga:Hadir di NIPAH, Timur Resto Sajikan Kuliner Khas Indonesia Timur
Pameran terbagi menjadi lima bidang kesenian, yaitu seni ilustrasi, kriya, lukis, fotografi, dan tipografi. Dalam pameran ini terdapat sembilan perupa, yakni Alwi Widodo, Nichael Deby Atmadi, Yusril Syarif, Tri Januarty, Ariyanti Bahar, Hasriati G, Andi Abdul Khalik Usman, Muh Utomo B. dan Ahmad Rifaldi.
After Comma Exhibition merupakan penyelenggaraan pameran wajib bagi mahasiswa dan terbuka untuk umum. Penyelenggaraan pameran ini sangat berfokus pada pengapresiasian karya dan beberapa konten yang berkaitan dengan pameran serta sesi berbagi dalam bidang seni rupa.
Tema After Comma sendiri, merupakan representasi perupa mengenai kehidupan manusia yang terpaksa terjeda (comma) sebab adanya pandemi menghambat segala aktivitas tetapi harus memulai kehidupan normal dengan cara yang baru.
Termasuk sembilan mahasiswa Unismuh yang akhirnya tersadar untuk kembali melanjutkan apa yang telah dimulai. Berangkat dari hal tersebut, mereka menggelar pameran ini sebagai syarat penyelesaian studi.
Baca juga: Pekan Raya Jurnalistik UINAM Dihelat di Nipah Mall Awal Desember
Sebanyak 63 karya seni di pameran ini dikuratori oleh Muhammad Gazali, seorang tenaga pengajar di Unismuh yang juga aktif sebagai anggota Rumah Seni Kasumba dan terlibat dalam tim kuratorial L-Project Makassar. Selain penampilan dan pameran seni, beragam acara pun ikut dihelat.
Yang tak kalah menarik, dalam event ini juga ada tari tradisional, penampilan musik oleh Angko dan artist talk sembilan perupa After Comma Exhibition.
Art Director After Comma Exhibition, Muhammad Rizal mengungkapkan, pameran ini merupakan pameran seni rupa pertama yang kembali diadakan oleh Unismuh setelah sebelumnya diadakan pada tahun 2019.
"Pameran ini adalah langkah awal buat kita berkarya lebih giat lagi, setelah dua tahun terjeda. Kami berharap pameran ini bisa menjadi inspirasi bagi kami, dan teman-teman perupa lainnya untuk kembali bangkit dari ‘comma’, memulai kehidupan yang baru dan menyelesaikan apa yang telah kita mulai. We’re not just dead, we just enjoy the comma," pungkasnya.
Baca juga:Makassar Great Sale, Berbelanja Dapat Diskon dan Hadiah Voucher Ratusan Juta
Marketing & Communication Manager PT Kalla Inti Karsa , Datu Primadona Husain, mengungkapkan selalu mendukung para pelaku industri kreatif. Nipah Park tidak hanya sebagai pusat perbelanjaan tetapi juga menjadi alternatif bagi para pelaku industri kreatif.
"Event ini merupakan salah satu upaya dan komitmen kami untuk selalu mendukung setiap pelaku dan kegiatan industri kreatif, seni, dan budaya. Ini juga salah satu cara kami mengapresiasi karya seni para perupa yang selalu menggenggam harapan dan optimisme," katanya.
(luq)
Lihat Juga :