Selama PSBB, Banyak Warga Jakarta Jadi Petani Kota

Rabu, 17 Juni 2020 - 12:10 WIB
loading...
Selama PSBB, Banyak...
Urban framing atau pertanian kota di Jakarta meningkat selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Foto: SINDOnews/Dok
A A A
JAKARTA - Urban framing atau pertanian kota di Jakarta meningkat selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) . Permintaan benih melonjak selama tiga bulan penerapan PSBB.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (KPKP) DKI Jakarta Darjamuni mengatakan, selama tiga bulan belakangan ini terjadi peningkatan urban framing untuk kebutuhan warga sehari-hari.

"Begitu saya ke lapangan, itu awalnya ada yang (pertanian warga) di lahan kosong atau hidroponik dan sebagainya, ada peningkatan. Itu untuk kebutuhan mereka sehari-hari, mereka tidak perlu ke pasar," kata Darjamuni kepada wartawan, Rabu (17/6/2020). (Baca juga: Warga Jakarta Utara Panen Raya Sayuran Urban Farming secara Virtual)

Hal senada juga disampaikan Kepala Bidang Pertanian Dinas KPKP DKI Mujiati. Meski belum mendata berapa besar penambahan lokasi urban farming yang terjadi selama masa PSBB, namun pihaknya sudah mencatat sedikitnya ada sekitar 900 titik urban farming di Jakarta.

Rinciannya, 600 titik merupakan urban farming yang dikelola warga dalam program Gang Hijau dan 300 titik lainnya dikelola karang taruna. Adapun wilayahnya yaitu di Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan.

"Ada peningkatan. Kami terus berupaya meningkatkan titik-titik urban farming dengan target mencapai lebih dari seribu lokasi," pungkasnya. (Baca juga: Hijaukan Jakarta, Dinas KPKP DKI Galakkan Urban Farming)

Model pertanian kota bisa dilakukan di mana saja, seperti di atap rumah, dinding, pagar, halaman rumah, halaman sekolah, serta atap masjid. Manfaat urban farming sangat positif. Di samping membuat kondisi lingkungan menjadi lebih hijau, warga juga bisa memenuhi kebutuhan sendiri akan sayur-mayur.

"Dari sisi edukasi, kita akan memberikan ini juga kepada anak-anak kecil generasi muda. Dari sisi sosial, mereka itu mengerjakan bersama-sama yang artinya lebih guyub," pungkasnya.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SPMB Jakarta 2026, Pengajuan...
SPMB Jakarta 2026, Pengajuan Akun dan Verifikasi KK Jenjang SMA dan SMK Telah Dibuka
KJP Juni 2026 Belum...
KJP Juni 2026 Belum Cair? Simak Prediksi Tanggal Pencairan dan Cara Mengurusnya
Warga Jakarta Bisa Nikmati...
Warga Jakarta Bisa Nikmati Pembebasan PBB-P2 100%, Ini Kriterianya
Rekomendasi
Raffi Ahmad Buka Suara...
Raffi Ahmad Buka Suara soal Kasus Blueray, Tegaskan Tak Pernah Terima Barang Gratis
Duit Rp200 Juta hingga...
Duit Rp200 Juta hingga Mobil Disita KPK dalam OTT BPK
ADIGSI dan Crest Kerja...
ADIGSI dan Crest Kerja Sama Pengembangan Keamanan Siber Nasional
Berita Terkini
Nestapa Siswi SD di...
Nestapa Siswi SD di Sukabumi, Sudah Belajar 6 Bulan tapi Gagal Tuntaskan Ujian Olimpiade karena Listrik Mati
Bertemu Prabowo, Dirut...
Bertemu Prabowo, Dirut KAI Bocorkan Rencana Stasiun Gambir Terintegrasi KRL
Kasus Rabies Renggut...
Kasus Rabies Renggut Nyawa Pelajar, DPRD Nagakeo Minta Pemda Perkuat Pengendalian
Kejar Target Jadi Ibu...
Kejar Target Jadi Ibu Kota Negara pada 2028, Otorita IKN Usul Tambahan Rp15,5 Triliun
Perbaikan Aceh Alami...
Perbaikan Aceh Alami Kemajuan Signifikan, Satgas PRR: Warga Mulai Tatap Masa Depan
Fundamental Solid, Perbanas...
Fundamental Solid, Perbanas Tegaskan Kesiapan Perbankan Dukung Ekonomi RI
Infografis
4 Alasan Ukraina Bisa...
4 Alasan Ukraina Bisa Runtuh pada 2025, Banyak Kota yang Hancur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved