Empat Prodi Politani Berhasil Kantongi Izin Jadi Sarjana Terapan
Sabtu, 19 Maret 2022 - 20:05 WIB
loading...
Gedung perkuliahan Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan. Foto: Istimewa
A
A
A
PANGKEP - Empat Program Diploma Tiga (D3) Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Pangkep), berhasil naik level menjadi Program Sarjana Terapan atau lazim disebut D4. Kemdikbudristek RI resmi memberi restu perubahan status keempat prodi unggulan itu per tanggal 4 Maret 2022 dan 11 Maret 2022.
Empat program studi tersebut yakni Program Studi Agribisnis Perikanan, Program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan, Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan, dan Program Studi Budidaya Perikanan.
Baca juga: Perkuat Mutu, Politani Pangkep Gelar Rapat Tinjauan Manajemen
Dengan berubahnya status keempat prodi ini, maka secara otomatis nama prodi juga berubah. Masing-masing Program Studi Sarjana Terapan Agribisnis Perikanan, Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan, Program Studi Sarjana Terapan Pengolahan dan Penyimpanan Hasil Perikanan, dan Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Budi Daya Perikanan.
Manager Program Sarjana Terapan Berbasis Industri (PSTBI) Politani Pangkep , Nur Rahmawaty Arma menjelaskan, upgrading program studi D3 menjadi Sarjana Terapan diawali dengan keempat prodi tersebut memenangkan program hibah kompetisi Pengembangan Sarjana Terapan Berbasis Industri (PSTBI) pada tahun 2021 dari Kemdikbud.
Sejak itu kata dia, keempat prodi tersebut melakukan berbagai persiapan untuk bertransformasi dari D3 menjadi Sarjana Terapan, di antaranya menyusun kurikulum bersama mitra industri, melatih dosen dan pranata laboratorium pendidikan sehingga memperoleh sertifikat kompetensi pada bidang masing-masing, melengkapi fasilitas praktik dengan peralatan terbaru dan mendirikan teaching factory dan teaching farm sebagai tempat melatih kompetensi mahasiswa sesuai dengan kebutuhan industri.
Prodi kemudian mengajukan usulan perubahan status ke Kemdikbud melalui silemkerma (Sistem Informasi Layanan Perizinan Kelembagaan Perguruan Tinggi) pada bulan Juli 2021 dan setelah melalui proses verifikasi dan evaluasi, maka usulan tersebut disetujui dan SK Izin Pembukaan Program Studi Sarjana Terapan telah diterbitkan pada bulan Maret 2022.
“Dengan demikian, mulai tahun ini, keempat prodi tersebut telah berubah status menjadi prodi sarjana terapan,”jelas Arma.
Baca juga: Politani Pangkep Ikuti Penyamaan Kurikulum Program Magister di Lampung
Sementara itu, Wakil Direktur I Bidang Akademik Politani Pangkep , Adam mengungkapkan dengan semua strategi yang telah dilakukan oleh keempat prodi selama proses upgrading menjadi sarjana terapan, maka pihaknya yakin jika lulusan Politani Pangkep akan semakin berkualitas.
“Kami yakin bahwa lulusan kami akan memiliki kompetensi dengan kualitas yang sesuai kebutuhan dunia kerja sehingga kami yakin bahwa pasar kerja akan sangat terbuka bagi mereka,” tukasnya.
Adapun Direktur Politani Pangkep , Darmawan mengaku jika tantangan Perguruan Tinggi (PT) sekarang semakin kompleks, apalagi kejelasan tupoksi PT Akademik dan PT Vokasi dalam mengemban Tridharma PT. Karena itu, Politani Pangkep sebagai salah satu PT vokasi harus terus berbenah dalam rangka mempersiapkan semua aspek agar tetap bisa eksis dan adaptif terhadap tuntutan stakeholders yang semakin tinggi.
Kata Darmawan, perencanaan dan implementasi program untuk pengembangan institusi ini terus dilakukan secara sistimatis dan terukur, terutama jika programnya merupakan bagian dari program kementerian.
“Dengan semangat dan kerjasama yang kuat, telah membuktikan Politani Pangkep tetap bisa menjadi bagian dari program Kemendikbudristek, khususnya dari Ditjen Diksi,” ujarnya bersemangat.
Baca juga: Politani Pangkep Hadiri Student Exchange and Interneship Fair TAU Filipina
Ia melanjutkan jika salah satu pembuktiannya adalah melalui program kompetitif seperti PSTBI, yang berhasil meloloskan empat program studi untuk meraih progran tersebut dan hasilnya menjadi jalan untuk membuat Prodi Teknologi Budi Daya Perikanan, Prodi TPHP, dan Prodi Perkebunan ter upgrade dari D3 ke D4 (S1 Terapan).
“Raihan ini sekaligus menjawab tuntutan industri dan masyarakat, terutama terkait dengan alumni dengan kualifikasi sarjana yang mampu bekerja dengan kompetensi yang handal,” tandas Darmawan.
Empat program studi tersebut yakni Program Studi Agribisnis Perikanan, Program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan, Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan, dan Program Studi Budidaya Perikanan.
Baca juga: Perkuat Mutu, Politani Pangkep Gelar Rapat Tinjauan Manajemen
Dengan berubahnya status keempat prodi ini, maka secara otomatis nama prodi juga berubah. Masing-masing Program Studi Sarjana Terapan Agribisnis Perikanan, Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan, Program Studi Sarjana Terapan Pengolahan dan Penyimpanan Hasil Perikanan, dan Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Budi Daya Perikanan.
Manager Program Sarjana Terapan Berbasis Industri (PSTBI) Politani Pangkep , Nur Rahmawaty Arma menjelaskan, upgrading program studi D3 menjadi Sarjana Terapan diawali dengan keempat prodi tersebut memenangkan program hibah kompetisi Pengembangan Sarjana Terapan Berbasis Industri (PSTBI) pada tahun 2021 dari Kemdikbud.
Sejak itu kata dia, keempat prodi tersebut melakukan berbagai persiapan untuk bertransformasi dari D3 menjadi Sarjana Terapan, di antaranya menyusun kurikulum bersama mitra industri, melatih dosen dan pranata laboratorium pendidikan sehingga memperoleh sertifikat kompetensi pada bidang masing-masing, melengkapi fasilitas praktik dengan peralatan terbaru dan mendirikan teaching factory dan teaching farm sebagai tempat melatih kompetensi mahasiswa sesuai dengan kebutuhan industri.
Prodi kemudian mengajukan usulan perubahan status ke Kemdikbud melalui silemkerma (Sistem Informasi Layanan Perizinan Kelembagaan Perguruan Tinggi) pada bulan Juli 2021 dan setelah melalui proses verifikasi dan evaluasi, maka usulan tersebut disetujui dan SK Izin Pembukaan Program Studi Sarjana Terapan telah diterbitkan pada bulan Maret 2022.
“Dengan demikian, mulai tahun ini, keempat prodi tersebut telah berubah status menjadi prodi sarjana terapan,”jelas Arma.
Baca juga: Politani Pangkep Ikuti Penyamaan Kurikulum Program Magister di Lampung
Sementara itu, Wakil Direktur I Bidang Akademik Politani Pangkep , Adam mengungkapkan dengan semua strategi yang telah dilakukan oleh keempat prodi selama proses upgrading menjadi sarjana terapan, maka pihaknya yakin jika lulusan Politani Pangkep akan semakin berkualitas.
“Kami yakin bahwa lulusan kami akan memiliki kompetensi dengan kualitas yang sesuai kebutuhan dunia kerja sehingga kami yakin bahwa pasar kerja akan sangat terbuka bagi mereka,” tukasnya.
Adapun Direktur Politani Pangkep , Darmawan mengaku jika tantangan Perguruan Tinggi (PT) sekarang semakin kompleks, apalagi kejelasan tupoksi PT Akademik dan PT Vokasi dalam mengemban Tridharma PT. Karena itu, Politani Pangkep sebagai salah satu PT vokasi harus terus berbenah dalam rangka mempersiapkan semua aspek agar tetap bisa eksis dan adaptif terhadap tuntutan stakeholders yang semakin tinggi.
Kata Darmawan, perencanaan dan implementasi program untuk pengembangan institusi ini terus dilakukan secara sistimatis dan terukur, terutama jika programnya merupakan bagian dari program kementerian.
“Dengan semangat dan kerjasama yang kuat, telah membuktikan Politani Pangkep tetap bisa menjadi bagian dari program Kemendikbudristek, khususnya dari Ditjen Diksi,” ujarnya bersemangat.
Baca juga: Politani Pangkep Hadiri Student Exchange and Interneship Fair TAU Filipina
Ia melanjutkan jika salah satu pembuktiannya adalah melalui program kompetitif seperti PSTBI, yang berhasil meloloskan empat program studi untuk meraih progran tersebut dan hasilnya menjadi jalan untuk membuat Prodi Teknologi Budi Daya Perikanan, Prodi TPHP, dan Prodi Perkebunan ter upgrade dari D3 ke D4 (S1 Terapan).
“Raihan ini sekaligus menjawab tuntutan industri dan masyarakat, terutama terkait dengan alumni dengan kualifikasi sarjana yang mampu bekerja dengan kompetensi yang handal,” tandas Darmawan.
(luq)
Lihat Juga :