Awasi Minyak Goreng, 200 Personel TNI-Polri Berjaga di 11 Pasar Wilayah Bogor

Rabu, 16 Maret 2022 - 19:24 WIB
loading...
Awasi Minyak Goreng,...
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto bersama Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyampaikan keterangan terkait langkah-langkah penanganan kelangkaan minyak goreng, Rabu (16/3/2022). Foto: MPI/Putra Ramadhani Astyawan
A A A
BOGOR - Sebanyak 200 personel TNI-Polri bersama unsur pemerintah daerah diterjunkan mengawasi proses distribusi dan harga minyak goreng di wilayah Kota Bogor. Ratusan personel tersebut akan disebar di 11 pasar.

"Hari ini kami menurunkan 200 personel gabungan dari Polresta, Kodim, dan Pemkot untuk memonitor, mengawasi distribusi minyak goreng di 11 pasar yang ada di Kota Bogor," ujar Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, Rabu (16/3/2022).

Baca juga: Kapolri Turun Langsung ke Pasar Pastikan Stok Minyak Goreng untuk Warga Aman

Kapolres mengatakan, setiap hari personel gabungan itu akan memantau ditribusi minyak goreng guna memastikan bisa sampai kepada masyarakat pembeli. "Bisa sampai dengan aturan, tidak terjadi antrean yang panjang, tidak menimbulkan kericuhan," kata Susatyo.

Hasil pantauan sementara di 11 pasar, kata dia, umumnya harga minyak goreng berkisar Rp14 ribu-16 ribu per liter. Lalu, minyak goreng kemasan premium memang masih langka. Sedangkan jenis minyak curah stoknya masih tersedia.

Baca juga: Polisi Sidak Gudang Distributor Minyak Goreng di Bogor, Ini Penyebab Kelangkaan

"Memang ke depan kita akan terus memonitor, menjelang situasi sampai dengan Ramadhan. Sampai dengan saat ini kami belum menemukan pelanggaran yang signifikan, namun tim pengawas ini secara persuasif, menghimbau kepada para pedagang untuk tidak mengambil harga yang berlebihan dan kuantiti yang dibeli oleh para pembeli tidak belebihan," ungkapnya.



Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan masih terdapat persoalan dari pihak produsen, khususnya ketersediaan minyak goreng kemasan premium. Tetapi, pihaknya akan memastikan tidak ada panic buying ataupun penimbunan di Kota Bogor.

"Kami melihat ketersediaan minyak gorang di pasaran yang jelas sangat langka. Yang sulit ditemukan adalah minyak goreng kemasan yang datangnya seminggu sekali, itu pun satu kios dua atau tiga kotak saja. Yang lebih banyak adalah minyak goreng curah harganya di atas rata-rata sedikit," kata Bima.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
Mengapa Menaikkan HET...
Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi
Kemendagri Canangkan...
Kemendagri Canangkan Satpol PP sebagai Pelopor Gerakan Indonesia Asri
Rekomendasi
Bikin Momen Kumpul Keluarga...
Bikin Momen Kumpul Keluarga di Rumah Makin Seru dengan Inspirasi Kegiatan ala Shopee
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Golkar: Capres-Cawapres...
Golkar: Capres-Cawapres Jangan Terlalu Sedikit dan Jangan juga Terlalu Banyak
Berita Terkini
Polda Metro Jaya: Korban...
Polda Metro Jaya: Korban Penipuan Hanania Travel Capai 1.430 Orang
PN Jaktim Tutup Area...
PN Jaktim Tutup Area Parkir Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa Besok
TMII: Temuan Benda di...
TMII: Temuan Benda di Anjungan Sumbar Bukan Bom Tapi Mortir Peninggalan Lama
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Palembang
Perkuat Kerja Sama Perbatasan...
Perkuat Kerja Sama Perbatasan RI-Malaysia, Ditjen Bina Adwil Kenalkan Bridge System
Ratusan Peserta Ramaikan...
Ratusan Peserta Ramaikan AllPack Surabaya dan East Beauty Pack Expo 2026
Infografis
Mendag Endus Mafia Minyak...
Mendag Endus Mafia Minyak Goreng di Tiga Wilayah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved