SISKA BKPSDM Luwu Masuk 20 Besar Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik
Selasa, 15 Maret 2022 - 21:03 WIB
loading...
Pemaparan Inovasi Sistem Informasi Kepegawaian (SISKA) BKPSDM Luwu di Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Sulsel tahun 2022 di Four Points, Kota Makassar, Selasa (15/3/2022). Foto: SINDOnews/Chaeruddin
A
A
A
MAKASSAR - Inovasi Sistem Informasi Kepegawaian (SISKA) Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Luwu berjaya di ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tingkat Provinsi Sulsel tahun 2022.
Dilaksanakan di Four Points By Sheraton Hotel, Kota Makassar, Selasa (15/03), SISKA menarik perhatian Biro Organisasi, Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, hingga berhasil masuk dalam Top 20, dari 50 inovasi yang dipresentasikan.
Baca juga:Empat Desa di Kabupaten Luwu Terdampak Bencana Banjir
Secara gamblang SISKA dijelaskan oleh Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi BKPSDM Luwu, Raehana Rahman. SISKA kata dia dilengkapi berbagai layanan kepegawaian yang dapat diproses melalui aplikasi.
PNS tidak perlu lagi meninggalkan pekerjaan melayani masyarakat untuk memperoleh pelayanan di BKPSDM, sehingga ini juga dapat mencegah penyebaran Covid-19 .
"Tak hanya sebagai arsip digital ASN, SISKA juga dapat menyajikan laporan dan prediksi pensiun, data statistik maupun bezetting jabatan dengan cepat, tepat, dan akurat," papar Raehana.
Baca juga:Wali Kota Palopo Serahkan LKPD Tahun 2021 ke BPK
Kepala BKPSDM Kabupaten Luwu, Andi Muh Ahkam Basmin, turut memberikan testimoni dukungan terhadap inovasi tersebut melalui penayangan video, dikarenakan masih mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional.
Hadir mendampingi dalam presentasi tersebut Prima Agung Palupi, Fungsional Analisis SDM Aparatur Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Luwu.
Adapun tim panitia seleksi (panelis) dalam kompetisi ini yakni dari Kompak Sulawesi Selatan, Sarwansa dan Ahmar Djalil, Fungsional Perencanaan DPLH Provinsi Sulawesi Selatan Sri Hidayat, dan perwakilan Yayasan BaKTI Sumarni.
Baca juga:Hari Pertama Job Fit di Lingkup Pemkab Luwu, Peserta Ikut Asesmen dan Psikotes
Untuk diketahui, salah satu fungsi Sistem Informasi Kepegawaian atau SISKA adalah membentuk pola pengarsipan berbasis digital.
"Lemari arsip tinggal 1 untuk data awal hard copy. Tidak perlu lagi setiap naik pangkat ASN bawa berkasnya berulang-ulang, kecuali data terbarukan," kunci Ahkam.
Dilaksanakan di Four Points By Sheraton Hotel, Kota Makassar, Selasa (15/03), SISKA menarik perhatian Biro Organisasi, Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, hingga berhasil masuk dalam Top 20, dari 50 inovasi yang dipresentasikan.
Baca juga:Empat Desa di Kabupaten Luwu Terdampak Bencana Banjir
Secara gamblang SISKA dijelaskan oleh Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi BKPSDM Luwu, Raehana Rahman. SISKA kata dia dilengkapi berbagai layanan kepegawaian yang dapat diproses melalui aplikasi.
PNS tidak perlu lagi meninggalkan pekerjaan melayani masyarakat untuk memperoleh pelayanan di BKPSDM, sehingga ini juga dapat mencegah penyebaran Covid-19 .
"Tak hanya sebagai arsip digital ASN, SISKA juga dapat menyajikan laporan dan prediksi pensiun, data statistik maupun bezetting jabatan dengan cepat, tepat, dan akurat," papar Raehana.
Baca juga:Wali Kota Palopo Serahkan LKPD Tahun 2021 ke BPK
Kepala BKPSDM Kabupaten Luwu, Andi Muh Ahkam Basmin, turut memberikan testimoni dukungan terhadap inovasi tersebut melalui penayangan video, dikarenakan masih mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional.
Hadir mendampingi dalam presentasi tersebut Prima Agung Palupi, Fungsional Analisis SDM Aparatur Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Luwu.
Adapun tim panitia seleksi (panelis) dalam kompetisi ini yakni dari Kompak Sulawesi Selatan, Sarwansa dan Ahmar Djalil, Fungsional Perencanaan DPLH Provinsi Sulawesi Selatan Sri Hidayat, dan perwakilan Yayasan BaKTI Sumarni.
Baca juga:Hari Pertama Job Fit di Lingkup Pemkab Luwu, Peserta Ikut Asesmen dan Psikotes
Untuk diketahui, salah satu fungsi Sistem Informasi Kepegawaian atau SISKA adalah membentuk pola pengarsipan berbasis digital.
"Lemari arsip tinggal 1 untuk data awal hard copy. Tidak perlu lagi setiap naik pangkat ASN bawa berkasnya berulang-ulang, kecuali data terbarukan," kunci Ahkam.
(luq)
Lihat Juga :