Pemakaian Vaksin Nusantara Masih Tunggu Peraturan Pemerintah

Sabtu, 05 Maret 2022 - 16:40 WIB
loading...
Pemakaian Vaksin Nusantara...
Tenaga Ahli Menteri Kesehatan era Terawan Agus Putranto, Andi menampik anggapan Vaksin Nusantara (Vaknus) hanya diperuntukkan bagi pengusaha besar dan pejabat negara. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Tenaga Ahli Menteri Kesehatan era Terawan Agus Putranto , Andi menampik anggapan bahwa Vaksin Nusantara (Vaknus) hanya diperuntukkan bagi pengusaha besar dan pejabat negara.

Menurut dia, pengembangan Vaknus kini tengah menunggu peraturan pemerintah terkait pemberian vaksin berbasis sel dedintrik kepada masyarakat luas. “Inisiator pengembangan Vaknus Pak Terawan masih menunggu peraturannya dikeluarkan oleh pemerintah,” ujar Andi, Sabtu (5/3/2022).
Baca juga: Berkaca pada Prabowo, Masyarakat Ramai Minta Booster Vaksin Nusantara

Dia heran mengapa ada pihak-pihak yang mengembuskan isu bahwa Vaknus hanya bisa diakses para elite di negeri ini, terutama pejabat negara dan pengusaha tajir. “Ada yang menggoreng isu seolah Vaknus tak bisa digunakan oleh masyarakat. Itu isu menyesatkan,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartanto mengatakan, Vaksin Nusantara masuk dalam daftar kandidat vaksin booster atau vaksin dosis ketiga.

"Beberapa opsi untuk vaksin booster menggunakan vaksin Merah Putih, kemudian vaksin kerja sama dalam negeri termasuk Unair dan Biotis, Bio Farma dan LBM Eijkman, Kalbe Farma dan Genexin, plus Vaksin Nusantara," ujarnya dalam konferensi pers, Senin (20/12/2021).

Namun, hingga saat ini pemerintah belum menerbitkan peraturan mengenai pemakaian Vaknus pada masyarakat luas. “Nanti kalau peraturannya sudah ada, Vaknus bisa diakses oleh masyarakat,” kata Andi.

Pengembangan Vaknus diinisiasi oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Sejauh ini, layanan penggunaan Vaknus bisa diperoleh di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.
Baca juga: Terawan: Vaksin Nusantara Bisa Jadi Titik Terang dari Lorong Panjang Melawan Pandemi

Menurut Andi, memang selama ini kebanyakan mereka yang disuntik Vaknus adalah pasien Terawan di RSPAD Gatot Soebroto. “Mereka yang sebelumnya menjadi pasien Pak Terawan minta disuntik Vaknus. Jadi ini soal kepercayaan kepada Pak Terawan,” katanya.

Jika regulasi penggunaannya telah dikeluarkan pemerintah, pengembang Vaknus bahkan siap memenuhi permintaan dari mancanegara. “Dengan begitu bisa nambah devisa negara,” ucapnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Kajian UNS: PP Kesehatan...
Kajian UNS: PP Kesehatan Perlu Penuhi Hak Konstitusional Masyarakat
Komdigi Terima 362 Masukan...
Komdigi Terima 362 Masukan Publik, Aturan Perlindungan Anak di Ruang Digital Diperkuat
Rekomendasi
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Kylian Mbappe Cetak...
Kylian Mbappe Cetak 2 Rekor Bersejarah di Piala Dunia 2026
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
Berita Terkini
5 Titik Demo di Jakarta...
5 Titik Demo di Jakarta Hari Ini, Bundaran HI hingga Gedung DPR
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved