Putin Klaim Rusia Lebih Hebat Tangani Covid-19 Ketimbang AS

Senin, 15 Juni 2020 - 13:01 WIB
loading...
Putin Klaim Rusia Lebih...
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) saat bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di KTT G-20 di Hamburg, Jerman, 7 Juli 2017. Foto/REUTERS/Carlos Barria
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia , Vladimir Putin, sesumbar dengan menyebut negaranya lebih jago dalam menangani pandemi virus corona baru (covid-19) ketimbang Amerika Serikat (AS) . Klaim itu disampaikan dalam wawancara yang disiarkan televisi pada hari Minggu.

Dia membandingkan situasi di kedua negara, dengan mengatakan; "Di Rusia, kami keluar dari situasi (krisis) virus corona dengan kerugian minimal, atas kehendak Tuhan, di Amerika itu tidak terjadi seperti itu."

Rusia pada hari Minggu mengonfirmasi 8.835 kasus baru Covid-19, sehingga total kasus menjadi 528.964, tertinggi ketiga di dunia.

Beberapa daerah di negara itu secara bertahap mencabut pembatasan penguncian wilayah dan Moskow telah membuka kembali toko-toko yang tidak penting dan salon-salon penata rambut.

Amerika Serikat memiliki jumlah kasus Covid-19 terbesar di dunia, yakni 2,07 juta. Putin mengatakan kepada stasiun televisi pemerintah bahwa pandemi virus corona SARS-Cov-2 penyebab Covid-19 telah mengekspos "krisis internal yang mendalam" di AS.

Dia mengkritik kurangnya kepemimpinan yang kuat pada situasi krisis Covid-19. "Presiden (AS) mengatakan kami perlu melakukan ini dan itu tetapi gubernur di suatu tempat mengatakan kepadanya ke mana harus pergi," ujar Putin mengkritik pemerintah Presiden AS Donald Trump.

Baca Juga: Di Rusia, Orang-orang Memburu Obat HIV untuk Virus Corona

"Saya pikir masalahnya adalah kepentingan kelompok, kepentingan partai diletakkan lebih tinggi dari kepentingan seluruh masyarakat dan kepentingan rakyat," katanya, seperti dikutip AFP, Senin (15/6/2020).

Namun di Rusia, dia berpendapat, pemerintah dan para pemimpin regional bekerja sebagai satu tim dan tidak berbeda dari garis resmi.

"Saya ragu seseorang di pemerintahan atau daerah akan mengatakan 'kami tidak akan melakukan apa yang pemerintah katakan, apa yang dikatakan presiden, kami pikir itu salah'," kata Putin tentang strategi menangani pandemi Covid-19.

"Ketika wilayah Kaukasus Utara Dagestan sangat menderita akibat virus ini, seluruh negara (bagian) berkumpul untuk membantu," ujarnya.

Rusia sejauh ini melaporkan 6.948 kematian terkait Covid-19, lebih kecil dibanding dengan kematian di AS yang mencapai 115.436 jiwa. Kendati demikian, para kritikus berpendapat bahwa jumlah yang sangat rendah itu bisa jadi karena kurang dilaporkan.

Putin juga mengkritik protes anti-rasisme di Amerika Serikat karena memicu kekerasan massa. "Jika perjuangan ini untuk hak-hak dasar, hak-hak hukum, berubah menjadi kekacauan dan kerusuhan, saya melihat tidak ada yang baik bagi negara," kata pemimpin Rusia tersebut.

Dia menekankan dia mendukung perjuangan orang kulit hitam Amerika untuk kesetaraan, dengan menyebut itu merupakan masalah lama Amerika Serikat.

"Kami selalu, baik di Uni Soviet maupun di Rusia modern, memiliki banyak simpati untuk perjuangan (orang-orang) Afrika-Amerika untuk hak-hak dasar mereka," katanya.

Baca Juga: Virus Corona Bersarang di Tubuh Puluhan Tentara Amerika Serikat
(tri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Imigrasi Tangkap Warga...
Imigrasi Tangkap Warga Negara Amerika Serikat Buronan Kasus Pembunuhan di South Carolina
Laboratorium Narkoba...
Laboratorium Narkoba di Gianyar Bali Digerebek, 2 WNA Rusia Ditangkap
Warga Negara Amerika...
Warga Negara Amerika Pelaku Pembunuhan dalam Koper Dideportasi
10 Wilayah di Indonesia...
10 Wilayah di Indonesia Diprediksi Terdampak Tsunami Rusia, Ini Lokasinya
BMKG Keluarkan Peringatan...
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami di Gorontalo hingga Papua Imbas Gempa Dahsyat M8,6 di Kamchatka Rusia
Bawa Permen Ganja dari...
Bawa Permen Ganja dari Thailand, Pebasket AS Ditangkap Polisi
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Rekomendasi
5 Fakta Timnas Spanyol...
5 Fakta Timnas Spanyol Mandul Lawan Cape Verde di Piala Dunia 2026
BMW iX xDrive45, Kemewahan...
BMW iX xDrive45, Kemewahan Sunyi Seharga Rp2,6 Miliar
Janji Tesla 10 Tahun...
Janji Tesla 10 Tahun Lalu Diwujudkan Xiaomi: Robot Charger EV Otomatis
Berita Terkini
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
Demo Mahasiswa Belum...
Demo Mahasiswa Belum Kelar, Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Tersendat
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved