Tanggapi Keluhan Warga, Korporasi di KBN Marunda Pastikan Telah Sesuai Aturan

Sabtu, 26 Februari 2022 - 01:52 WIB
loading...
Tanggapi Keluhan Warga,...
Sebagai regulator di pelabuhan KSOP Marunda meminta semua korporasi di bawah operator PT KCN untuk tidak mencemari udara. Foto: MPI/Yohannes Tobing
A A A
JAKARTA - Sebagai regulator di pelabuhan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Marunda meminta semua korporasi di bawah operator PT Karya Citra Nusantara (KCN) untuk tidak mencemari udara . Permintaan tersebut disampaikan Kepala KSOP Marunda, Kapten Isa Amsari.

Dia mengatakan, pihaknya telah menegaskan kepada setiap pengelola korporasi mengupayakan pemenuhan lingkungan agar udara jangan tercemar. Baca juga: KLHK Apresiasi Daerah yang Terus Berupaya Kurangi Pencemaran Lingkungan

"Itu yang kami minta komitmen mereka untuk ditindaklanjuti," kata Isa kepada wartawan di Jakarta Utara, Jumat 25 Februari 2022.

Menurut Isa, terkait dengan keluhan warga tentang pencemaran udara pihaknya langsung merapatkan komitmen korporasi soal isu lingkungan di Kawasan.

Dalam hal ini, KSOP meminta seluruh korporasi menyatakan sudah mengurus semua persyaratan dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara mengenai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) usahanya.

Kepala Departemen Health, Safety, and Environment (HSE) dan Waste Water Treatment Plant (WWTP) PT Asianagro Agung Jaya Fransiskus Alvyanto mengatakan, pihaknya sudah melapor Pengelolaan Lingkungan - Upaya Pemantauan Lingkungan yang terdapat dalam AMDAL.

"Sudah dilaporkan persatu semester satu kali ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, dan Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Jakarta Utara," ucapnya.



Menurutnya, berdasarkan hasil pengukuran gas buang tidak ada yang melebihi nilai ambang batas, dan dia juga memastikan bahwa dugaan pencemaran lingkungan di Marunda, itu bukanlah dari gas buang dari cerobong mesin-mesin produksi mereka.

"Jadi sebelum ramai, kami sudah sowan juga dengan warga. Kami sudah sambil mengambil sampel dan sebagainya, sebenarnya kami berani untuk bilang kalau itu bukan dari kami. Karena yang kami ambil, sudah diukur, itu ada kalorinya," kata Frans.

Hal serupa juga diungkapkan salah satu perusahaan bongkar muat batubara. Manajer Operasional PT Walie Marunda Terminal (WMT) Indra Masri menampik jika debu bongkar muat menjadi faktor pencemaran lingkungan ke pemukiman warga.

"Kalau di tempat saya, semua truk yang di bawa ke lokasi seperti Purwakarta atau Bandung. Mereka keluar itu ditutup dengan terpal, kemudian perlu diketahui tempat dermaga kami ini berada di dermaga paling timur. Jadi tidak berhampiran dengan Marunda (permukiman)," terangnya. Baca juga: IPAL dan Ekoriparian Dinilai Sangat Membantu Atasi Pencemaran Lingkungan

"Sedangkan angin itu kan angin barat, jadi ke arah timur atau tidak berbalik. Jadi tidak bersinggungan dengan masyarakat dan sebelah kiri kami adalah STIP. Kami juga pasang jaring karena mereka punya stock pile," tutupnya.

Sebelumnya, warga di kawasan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, mengeluhkan adanya pencemaran lingkungan yakni debu batubara yang diduga berasal dari perusahaan tambang di Kawasan Berikan Nusantara.

Dengan adanya pencemaran lingkungan dari debu batubara ini, sehingga membuat warga di sekitar Marunda terkena sejumlah penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), gatal kulit hingga sakit mata.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
Ekologi adalah Kesehatan:...
Ekologi adalah Kesehatan: Ketika Dua Visi Besar Emil Salim dan Farid Moeloek Menjadi Keharusan Zaman
Rekomendasi
Rossa Umumkan Asuh Anak...
Rossa Umumkan Asuh Anak Perempuan, Warganet Ikut Terharu
Libatkan Publik Pilih...
Libatkan Publik Pilih Logo HUT ke-81 RI, Mensesneg: Simbol Kebangsaan Milik Bersama
Makanan Panas Disantap...
Makanan Panas Disantap dengan Sendok Plastik, Apa Dampaknya bagi Tubuh?
Berita Terkini
Halte Transjakarta Tebet...
Halte Transjakarta Tebet Eco Park Tetap Beroperasi usai Ditabrak Truk
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik 1,2 Km
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved