Ribut di Lapangan, Pemain Sepakbola Dibekuk Polisi
Kamis, 24 Februari 2022 - 12:42 WIB
loading...
Polisi meringkus pemain sepakbola dalam aksi baku hantam di Lapangan Ingub Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara. Foto: MPI/Yohannes Tobing
A
A
A
JAKARTA - Jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengamankan satu orang pemain sepakbola yang terlibat dalam keributan yang terjadi di Lapangan Ingub Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara .Pemain berinisial E ini sebagai terlapor dan diduga menjadi aktor utama yang membuat onar saat pertandingan tersebut.
"Atas peristiwa tersebut korban di hari berikutnya melaporkan kasus ke Polsek Kawasan Sunda Kelapa, lalu dilakukan rangkaian penyelidikan dan saat ini pelaku inisial E yang menjadi aktor utama keributan, saat ini masih menjalani pemeriksaan," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana di Jakarta, Kamis (24/2/2022). Baca juga: Viral, Pemain Sepakbola Saling Baku Hantam di Lapangan Ingub Muara Angke
Dijelaskan Kholis, keributan antar pemain sepakbola ini berawal pada Selasa malam sedang berlangsung turnamen sepakbola antar warga Muara Angke yang mempertandingkan enam tim dan mempertemukan tim pelaku E dan korban.
Saat turnamen berlangsung, pertandingan berjalan sedikit keras bahkan diwarnai serangkaian kontak fisik. Dari sini wasit memberikan kartu merah kepada pelaku maupun korban hingga dikeluarkan dari lapangan.
"Setelah insiden tersebut (keduanya diberi kartu merah), kemudian pelaku bersama rekan-rekannya melakukan pengeroyokan kepada korban hingga mengalami luka di bagian kepala, di dekat pelipis mata," terang Kholis.
"Atas peristiwa tersebut korban di hari berikutnya melaporkan kasus ke Polsek Kawasan Sunda Kelapa, lalu dilakukan rangkaian penyelidikan dan saat ini pelaku inisial E yang menjadi aktor utama keributan, saat ini masih menjalani pemeriksaan," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana di Jakarta, Kamis (24/2/2022). Baca juga: Viral, Pemain Sepakbola Saling Baku Hantam di Lapangan Ingub Muara Angke
Dijelaskan Kholis, keributan antar pemain sepakbola ini berawal pada Selasa malam sedang berlangsung turnamen sepakbola antar warga Muara Angke yang mempertandingkan enam tim dan mempertemukan tim pelaku E dan korban.
Saat turnamen berlangsung, pertandingan berjalan sedikit keras bahkan diwarnai serangkaian kontak fisik. Dari sini wasit memberikan kartu merah kepada pelaku maupun korban hingga dikeluarkan dari lapangan.
"Setelah insiden tersebut (keduanya diberi kartu merah), kemudian pelaku bersama rekan-rekannya melakukan pengeroyokan kepada korban hingga mengalami luka di bagian kepala, di dekat pelipis mata," terang Kholis.
Lihat Juga :