Pengobatan Bripda Syarif yang Lompat dari Angkot Ditangani Dokter Bedah Saraf dan Psikiater
Kamis, 24 Februari 2022 - 11:43 WIB
loading...
Anggota Polres Jakarta Utara Bripda M Syarif Hidayatulloh (26) yang melompat dari angkot di Jalan Slamet Riyadi, Matraman, Jakarta Timur, masih menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati.Foto: Tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Anggota Polres Jakarta Utara Bripda M Syarif Hidayatulloh (26) yang lompat dari angkot di Jalan Slamet Riyadi, Matraman, Jakarta Timur, masih dirawat intensif di RS Polri Kramat Jati . Alasannya, kondisi Syarif hingga kini belum stabil dan harus dilakukan serangkaian observasi oleh tim dokter spesialis .
"Karena itu kan pas jatuh ada luka-luka di wajahnya, terus kemudian ada benturan di kepalanya. Jadi masih terus diobservasi beberapa dokter spesialis," kata Kabid Perawatan Medik dan Perawatan RS Polri Kramat Jati Kombes Pol Yayok Witarto saat dikonfirmasi, Kamis (24/2/2022). Baca juga:6 Hari Dirawat, Begini Kondisi Polisi yang Melompat dari Angkot
Dokter spesialis yang menangani perawatan Syarif antara lain terdiri dari ahli bedah saraf dan psikiater jajaran Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di RS Polri Kramat Jati.
Dia mengatakan, aksi nekat Syarif diduga karena menderita depresi sehingga nekat melompat dari angkot pada Kamis 17 Februari 2022 sekitar pukul 16.00 WIB.
"Diobservasi oleh dokter bedah saraf dan dokter psikiater. (Komunikasi) masih enggak bisa kayak orang biasa gitu, kadang-kadang nyaut. Tapi saat ini sudah lumayan jelas," ujarnya.
Sebelumnya, Syarif melompat dari satu angkot yang melaju dari arah Kampung Melayu menuju Matraman dalam kecepatan tinggi sehingga mengalami luka di bagian kepala.
Warga menduga Syarif yang saat kejadian mengenakan pakaian dinas depresi karena sebelum naik angkot sempat mencoba memberhentikan bus TNI, Transjakarta, dan meracau saat hendak ditolong.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan juga menyatakan bahwa Syarif mengalami depresi, tapi tidak dijelaskan sejak kapan penyakit tersebut diderita.
"Iya (mengalami depresi). Dia anggota Polres Metro Jakarta Utara," kata Zulpan, Jumat 18 Februari 2022. Baca juga: Lompat dari Angkot , Bripda Syarif Cabut Infus di Rumah Sakit saat Didatangi Polisi
"Karena itu kan pas jatuh ada luka-luka di wajahnya, terus kemudian ada benturan di kepalanya. Jadi masih terus diobservasi beberapa dokter spesialis," kata Kabid Perawatan Medik dan Perawatan RS Polri Kramat Jati Kombes Pol Yayok Witarto saat dikonfirmasi, Kamis (24/2/2022). Baca juga:6 Hari Dirawat, Begini Kondisi Polisi yang Melompat dari Angkot
Dokter spesialis yang menangani perawatan Syarif antara lain terdiri dari ahli bedah saraf dan psikiater jajaran Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di RS Polri Kramat Jati.
Dia mengatakan, aksi nekat Syarif diduga karena menderita depresi sehingga nekat melompat dari angkot pada Kamis 17 Februari 2022 sekitar pukul 16.00 WIB.
"Diobservasi oleh dokter bedah saraf dan dokter psikiater. (Komunikasi) masih enggak bisa kayak orang biasa gitu, kadang-kadang nyaut. Tapi saat ini sudah lumayan jelas," ujarnya.
Sebelumnya, Syarif melompat dari satu angkot yang melaju dari arah Kampung Melayu menuju Matraman dalam kecepatan tinggi sehingga mengalami luka di bagian kepala.
Warga menduga Syarif yang saat kejadian mengenakan pakaian dinas depresi karena sebelum naik angkot sempat mencoba memberhentikan bus TNI, Transjakarta, dan meracau saat hendak ditolong.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan juga menyatakan bahwa Syarif mengalami depresi, tapi tidak dijelaskan sejak kapan penyakit tersebut diderita.
"Iya (mengalami depresi). Dia anggota Polres Metro Jakarta Utara," kata Zulpan, Jumat 18 Februari 2022. Baca juga: Lompat dari Angkot , Bripda Syarif Cabut Infus di Rumah Sakit saat Didatangi Polisi
(mhd)
Lihat Juga :