Ketum KNPI Haris Pertama Dengar Teriakan Bunuh dan Mati saat Dianiaya

Senin, 21 Februari 2022 - 21:24 WIB
loading...
Ketum KNPI Haris Pertama...
Ketua Umum KNPI Haris Pertama usai mendapat perawatan di RSCM, Jakarta Pusat, Senin (21/2/2022). Dia diserang orang tidak dikenal di kawasan Cikini, Menteng. Foto: MPI/Bachtiar Rojab
A A A
JAKARTA - Ketua Umum KNPI Haris Pertama mendengar teriakan bunuh dan mati saat dianiaya sekelompok orang di parkiran restoran kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/2/2022). Menurutnya, kasus penganiayaan yang menimpanya merupakan bagian dari upaya pembunuhan.

"Baru nutup pintu mobil, dari pintu itu sekitar tiga langkah mendadak kepala saya dihajar dari belakang. Habis itu ada yang hajar saya lagi dari depan, sekitar tiga sampai empat orang," ujar Haris di RSCM Kencana, Jakarta Pusat, Senin (21/2/2022).
Baca juga: Siapa Pelaku Penganiayaan? Haris Pertama: Saya Tak Mau Berspekulasi

Penganiayaan tersebut diiringi teriakan bunuh dan mati sehingga Haris sempat duduk dan pasrah karena tak bisa melawan. "Posisi saya sempat duduk dia bilang bunuh dan mati. Dia sampaikan pesan mati bunuh, mati bunuh," katanya.

Kanit Reskrim Polsek Metro Menteng Kompol Alvin Pratama membenarkan Haris telah membuat laporan. Polisi melakukan pengecekan ke tempat kejadian perkara.

Sekadar informasi, Haris merupakan pelapor kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan Ferdinand Hutahaean. Mantan politikus Demokrat itu ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Bareskrim Polri pada Selasa 15 Februari 2022.

Rencananya pada Selasa (22/2/2022) atau besok Haris dijadwalkan menjadi saksi kasus Ferdinand Hutahaean di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Meski terluka, Haris diperkirakan akan hadir sebagai saksi.
Baca juga: Bursah Zarnubi Desak Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan Ketum KNPI Haris Pertama
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mantan ART Erin Wartia...
Mantan ART Erin Wartia Kabur Karena Ibunya Kritis dan Tak Diizinkan Pulang
Sunan Kalijaga Resmi...
Sunan Kalijaga Resmi Mundur sebagai Pengacara Erin Wartia
Diperiksa Buntut Laporan...
Diperiksa Buntut Laporan Eks ART, Erin Wartia Beberkan Rekaman CCTV
Rekomendasi
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Veloz Hybrid EV Keliling...
Veloz Hybrid EV Keliling Sulawesi 40 Hari Nonstop, Untuk Apa?
Berita Terkini
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved