alexametrics

Dua sahabat ditemukan tewas overdosis

loading...
Dua sahabat ditemukan tewas overdosis
ilustrasi: dok. okezone
A+ A-
Sindonews.com - Dua orang sahabat, Dedeng bin Ena (22) dan Jejeh bin Nenem (21), ditemukan tewas di Kampung Negla RT03/04, Desa Barusari, Kecamatan Pasirwangi, sekitar pukul 06.00 WIB. Diduga, dua sejoli ini tewas overdosis mengonsumsi pil dextro.

Keduanya ditemukan sudah tidak bernyawa di salah satu rumah tetangganya, Iwa (24), warga Kampung Negla. Dari penuturan sejumlah saksi, kedua korban yang juga berdomisili di Kampung Negla ini, ikut menginap ke tetangganya karena kemalaman pulang dari rumah orangtua Jejeh, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.

“Mereka pulang dari Pangalengan Senin 26 November tengah malam, mungkin sekitar pukul 22.00 WIB. Tiba di rumah tetangganya sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Sebelum tidur, keduanya sempat minum kopi dan mengobrol dengan pemilik rumah. Namun ketika dibangunkan sekitar pukul 06.00 WIB, dua teman sepermainan sejak kecil ini sudah tidak bernyawa,” ungkap Kapolsek Pasirwangi AKP Hermansyah menjelaskan kepada wartawan, Selasa (27/11/2012).



Menurut Hermansyah, pihaknya belum bisa mengungkap penyebab kematian Dedeng dan Jejeh. Pasalnya, pihaknya tidak menemukan sejumlah barang bukti saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di tempat keduanya ditemukan tewas.

“Kalau pada kasus overdosis serupa di satu bulan yang lalu, memang kami temukan sejumlah pil dextro di sekitar jenazah korban. Untuk kasus kali ini, kami tidak menemukan apa-apa. Saat di lokasi, TKP sudah dalam keadaan bersih,” ungkapnya.

Herman menuturkan, ada ciri khusus pada salah satu korban. Saat ditemukan tewas dari mulut Jejeh, mengeluarkan busa.

“Tapi saat akan melakukan autopsi agar penyebab kematiannya dapat diketahui, pihak keluarga menolaknya. Mereka menyatakan menerima kejadian yang menewaskan anggota keluarganya itu. Namun, berdasarkan hasil visum, keduanya memang overdosis. Namun kami belum mengetahui mereka tewas karena overdosis obat apa,” paparnya.

Kasat Narkoba Polres Garut AKP Nurdjaman mengatakan konsumsi pil dextro marak terjadi karena para korban menginginkan efek memabukkan dari obat tersebut. Untuk mencapai efek tersebut, pil dextro yang dikonsumsi biasanya berjumlah sangat banyak.

“Fatalnya, hal ini dapat menyebabkan kematian. Dextro sendiri merupakan obat-obatan murah yang dapat dengan mudah diperoleh di pasaran. Secara umum, kasus ini sering menimpa remaja dimulai dari anak SMA hingga pengangguran,” tukasnya.
(azh)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak