Kehidupan Kampung Arab di Puncak Bogor, Warung Kaleng hingga Kawin Kontrak
Senin, 14 Februari 2022 - 21:58 WIB
loading...
A
A
A
Ditambah lagi, orang Arab memiliki pemahaman religius bahwa surga adalah sesuatu yang hijau, subur, dan terdapat sungai mengalir di bawahnya.
Keberadaan orang-orang Arab ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat yang menyediakan berbagai fasilitas. Selain penginapan, tersedia pula berbagai toko, money changer, restoran, serta sarana hiburan lainnya yang bernuansa Arab.
Baca juga: Kisah Gang Semen, Lokalisasi PSK yang Melegenda di Puncak Bogor
Ironisnya, imbas dari keberadaan orang Arab di Kampung Sampay munculnya praktik kawin kontrak. Orang Arab dikenal sering melakukan kawin kontrak dengan gadis lokal untuk jangka waktu 1-3 bulan. Bahkan, ada juga yang kawin kontrak dengan perempuan dari wilayah lain seperti Sukabumi.
Dalam masa kawin kontrak itu, seorang perempuan mendapatkan bayaran mencapai Rp30 juta-Rp50 juta. Praktik kawin kontrak ini biasanya dilakukan secara terselubung di vila. Dengan motif mendapat keuntungan yang menggiurkan tak sedikit warga lokal yang mendukung aktivitas tersebut.
Keberadaan orang-orang Arab ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat yang menyediakan berbagai fasilitas. Selain penginapan, tersedia pula berbagai toko, money changer, restoran, serta sarana hiburan lainnya yang bernuansa Arab.
Baca juga: Kisah Gang Semen, Lokalisasi PSK yang Melegenda di Puncak Bogor
Ironisnya, imbas dari keberadaan orang Arab di Kampung Sampay munculnya praktik kawin kontrak. Orang Arab dikenal sering melakukan kawin kontrak dengan gadis lokal untuk jangka waktu 1-3 bulan. Bahkan, ada juga yang kawin kontrak dengan perempuan dari wilayah lain seperti Sukabumi.
Dalam masa kawin kontrak itu, seorang perempuan mendapatkan bayaran mencapai Rp30 juta-Rp50 juta. Praktik kawin kontrak ini biasanya dilakukan secara terselubung di vila. Dengan motif mendapat keuntungan yang menggiurkan tak sedikit warga lokal yang mendukung aktivitas tersebut.
(jon)
Lihat Juga :