Hanyut di Sungai Walanae, Warga Soppeng Ditemukan Tak Bernyawa
Kamis, 10 Februari 2022 - 13:26 WIB
loading...
Petugas mengevakuasi tubuh Baharu (65), petani yang hanyut di Sungai Walanae. Foto: SINDOnews/Justang Muhammad
A
A
A
BONE - Upaya pencarian yang dilakukan Tim SAR gabungan terhadap Baharu (65), petani yang diduga hanyut di Sungai Walanae, Kelurahan Cabbeng, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulsel, membuahkan hasil.
Pencarian Tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Brimob Bone bersama Basarnas Kabupaten Bone itu berhasil menemukan Baharu dalam kondisi tak bernyawa.
Baca juga: Heboh Penemuan Bayi dengan Ari-ari Masih Menempel di Kali Sabi
Sebelumnya, korban yang dilaporkan hanyut pada siang kemarin ini disebutkan oleh saksi mata tengah menyeberangi Sungai Walannae.
Diduga karena kelelahan, akhirnya tubuh korban tenggelam dan terbawa arus sungai.
Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel, Kompol Nur Ichsan menjelaskan, Baharu ditemukan sekitar 1 mil dari lokasi pertama kali korban hilang.
Baca juga:Terjatuh Dalam Parit, Bocah 5 Tahun Ditemukan di Laut
"Korban ditemukan sekitar pukul 09.25 Wita dalam kondisi meninggal dunia tidak jauh dari tempat korban dilaporkan tengelam ," kata Danyon C Pelopor Kompol Nur Ichsan kepada SINDOnews, Kamis (10/2/2022).
Danyon Ichsan juga menambahkan, saat ini jazad korban telah dibawa ke rumah duka tidak jauh dari lokasi kejadian dan langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.
"Keberhasilan operasi SAR ini tak lepas dari kekompakan dan kerja keras tim yang terlibat. Sehingga misi ini bisa selesai dalam kurun waktu kurang dari 24 jam," ucap Danyon Ichsan.
Baca juga:Jasad Pria Hanyut di Sungai Kedaton Ditemukan Setelah 3 Hari Pencarian
Lebih lanjut mantan Kasubbagrenmin Sat Brimob Polda Sulsel ini juga mengatakan, bahwa Brimob Bone menyiagakan Tim SAR 24 jam untuk membantu masyarakat di kala membutuhkan pertolongan.
Tidak hanya SAR Brimob Bone, dalam operasi kemanusiaan ini juga terlibat Basarnas Bone, BPBD Soppeng, TRC Soppeng, SAR Unhas, SAR UNM, SAR Prima Wajo, dan potensi SAR Kabupaten Soppeng, hingga masyarakat sekitar.
Pencarian Tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Brimob Bone bersama Basarnas Kabupaten Bone itu berhasil menemukan Baharu dalam kondisi tak bernyawa.
Baca juga: Heboh Penemuan Bayi dengan Ari-ari Masih Menempel di Kali Sabi
Sebelumnya, korban yang dilaporkan hanyut pada siang kemarin ini disebutkan oleh saksi mata tengah menyeberangi Sungai Walannae.
Diduga karena kelelahan, akhirnya tubuh korban tenggelam dan terbawa arus sungai.
Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel, Kompol Nur Ichsan menjelaskan, Baharu ditemukan sekitar 1 mil dari lokasi pertama kali korban hilang.
Baca juga:Terjatuh Dalam Parit, Bocah 5 Tahun Ditemukan di Laut
"Korban ditemukan sekitar pukul 09.25 Wita dalam kondisi meninggal dunia tidak jauh dari tempat korban dilaporkan tengelam ," kata Danyon C Pelopor Kompol Nur Ichsan kepada SINDOnews, Kamis (10/2/2022).
Danyon Ichsan juga menambahkan, saat ini jazad korban telah dibawa ke rumah duka tidak jauh dari lokasi kejadian dan langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.
"Keberhasilan operasi SAR ini tak lepas dari kekompakan dan kerja keras tim yang terlibat. Sehingga misi ini bisa selesai dalam kurun waktu kurang dari 24 jam," ucap Danyon Ichsan.
Baca juga:Jasad Pria Hanyut di Sungai Kedaton Ditemukan Setelah 3 Hari Pencarian
Lebih lanjut mantan Kasubbagrenmin Sat Brimob Polda Sulsel ini juga mengatakan, bahwa Brimob Bone menyiagakan Tim SAR 24 jam untuk membantu masyarakat di kala membutuhkan pertolongan.
Tidak hanya SAR Brimob Bone, dalam operasi kemanusiaan ini juga terlibat Basarnas Bone, BPBD Soppeng, TRC Soppeng, SAR Unhas, SAR UNM, SAR Prima Wajo, dan potensi SAR Kabupaten Soppeng, hingga masyarakat sekitar.
(luq)
Lihat Juga :