Kakek 80 Tahun yang Tenggelam di Pantai Panyua Ditemukan Tak Bernyawa
Senin, 07 Februari 2022 - 19:00 WIB
loading...
Tim pencari melakukan pencarian terhadap Simon Sayuti yang tenggelam di Pantai Benteng Panyua, Jalan Ujung Pandang, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Senin (7/2). Foto: SINDOnews/Maman Sukirman
A
A
A
MAKASSAR - Petugas SAR gabungan akhirnya menemukan pria lanjut usia (lansia) bernama Simon Sayuti yang tenggelam di Pantai Benteng Panyua, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Senin (7/2). Kakek berusia 80 tahun itu ditemukan tak bernyawa sekitar pukul 17.27 Wita.
Kepala Kantor Basarnas Sulsel, Djunaidi mengatakan, korban ditemukan setelah lima jam pencarian. "Ditemukan sejauh 100 meter oleh tim SAR gabungan. Dan saat ini telah dievakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara ," kata dia dalam keterangan resminya.
Baca juga:Kakek 80 Tahun Dilaporkan Tenggelam di Pantai Panyua
Sebelumnya, seorang pria paruh baya dilaporkan tenggelam setelah menjalani rutinitas terapi berenang dan berendam di Pantai Benteng Panyua, Jalan Ujung Pandang, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Senin (7/2) siang.
Kasi Humas Polsek Ujung Pandang , Aipda Suwandhi Salam mengatakan, korban bernama Simon Sayuti warga Jalan Kapoposang, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar diperkirakan berada di lokasi sejak pukul 06.00 Wita.
Baca juga:2 Korban Tenggelam di Pantai Anging Mammiri Ditemukan Tak Bernyawa
"Namun sampai pukul 10.00 Wita beliau tidak muncul ke permukaan. Menurut informasi dari rekan korban yang sempat ditemani berenang, kemungkinan (korban) mengalami kram pada kaki," kata Suwandhi di lokasi.
Dia menerangkan, korban sejak lama melakukan aktivitas terapi di pinggir pantai. "Beliau termasuk kuat berenang sampai 100 meter ke bibir pantai. Ketika sampai di sana berendam. Kemungkinan itu tadi kram di ujung dermaga," kata Wandi sapaannya.
Baca juga:Kakak-adik Tewas Tenggelam di Pantai Barombong Saat Rekreasi
Sementara itu, anak korban Srimawati Sayuti (50) menyampaikan, ayahnya memang rutin berenang dan berendam di lokasi kejadian. Kemudian dia selalu menyiapkan makanan di rumahnya, sebab Simon tinggal sendiri.
Biasanya, menurut Srimawati ayahnya sudah pulang berenang pada Pukul 07.00 Wita. "Jadi kalau dia pulang saya sudah sediakan susu, kue pawa. Kalau bulan ini baru hari ini dia turun. Dia sehat-sehat, bugar. Tidak ada sakit," jelasnya.
Kepala Kantor Basarnas Sulsel, Djunaidi mengatakan, korban ditemukan setelah lima jam pencarian. "Ditemukan sejauh 100 meter oleh tim SAR gabungan. Dan saat ini telah dievakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara ," kata dia dalam keterangan resminya.
Baca juga:Kakek 80 Tahun Dilaporkan Tenggelam di Pantai Panyua
Sebelumnya, seorang pria paruh baya dilaporkan tenggelam setelah menjalani rutinitas terapi berenang dan berendam di Pantai Benteng Panyua, Jalan Ujung Pandang, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Senin (7/2) siang.
Kasi Humas Polsek Ujung Pandang , Aipda Suwandhi Salam mengatakan, korban bernama Simon Sayuti warga Jalan Kapoposang, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar diperkirakan berada di lokasi sejak pukul 06.00 Wita.
Baca juga:2 Korban Tenggelam di Pantai Anging Mammiri Ditemukan Tak Bernyawa
"Namun sampai pukul 10.00 Wita beliau tidak muncul ke permukaan. Menurut informasi dari rekan korban yang sempat ditemani berenang, kemungkinan (korban) mengalami kram pada kaki," kata Suwandhi di lokasi.
Dia menerangkan, korban sejak lama melakukan aktivitas terapi di pinggir pantai. "Beliau termasuk kuat berenang sampai 100 meter ke bibir pantai. Ketika sampai di sana berendam. Kemungkinan itu tadi kram di ujung dermaga," kata Wandi sapaannya.
Baca juga:Kakak-adik Tewas Tenggelam di Pantai Barombong Saat Rekreasi
Sementara itu, anak korban Srimawati Sayuti (50) menyampaikan, ayahnya memang rutin berenang dan berendam di lokasi kejadian. Kemudian dia selalu menyiapkan makanan di rumahnya, sebab Simon tinggal sendiri.
Biasanya, menurut Srimawati ayahnya sudah pulang berenang pada Pukul 07.00 Wita. "Jadi kalau dia pulang saya sudah sediakan susu, kue pawa. Kalau bulan ini baru hari ini dia turun. Dia sehat-sehat, bugar. Tidak ada sakit," jelasnya.
(luq)
Lihat Juga :