Praktik Jual Beli Alas Tidur di Lapas Cipinang, Napi Diminta Bayar Puluhan Ribu hingga Jutaan Rupiah

Kamis, 03 Februari 2022 - 20:51 WIB
loading...
Praktik Jual Beli Alas...
Praktik jual beli kamar hingga alas tidur bagi napi di Lapas Kelas I Cipinang, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, kembali terendus. Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Praktik jual beli kamar hingga alas tidur bagi warga binaan pemasyarakatan ( WBP ) di Lembaga Pasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang , Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, kembali terendus.

Dugaan praktik nakal yang dilakukan petugas sipir itu diungkap seorang WBP Lapas Cipinang berinisial WC. Menurut dia, untuk bisa nyenyak tidur di lapas, narapidana harus membayar sejumlah uang. Baca juga: Suami Mendekam di Lapas Cipinang, Istri Ikut Diciduk karena Edarkan Sabu

"Kalau kita tidur di lorong pakai alas kardus itu diminta Rp30 ribu per satu minggu. Besarnya harga itu tergantung dari tempat tidur yang dibeli," kata WC saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Kamis (3/2/2022).

WC mengatakan, alasan WBP harus tidur dilorong menggunakan kardus dikarenakan kapasitas Lapas Cipinang tidak lagi mencukupi untuk menampung keberadaan narapidana. Namun, sebelum mendapatkan fasilitas itu, WBP terlebih dulu melapor ke tahanan pendamping (tamping), merekalah yang menyiapkan kardus.

"Nanti duitnya diserahkan dari ke sipir, di sini seperti itu. Kalau untuk tidur di kamar lebih mahal, antara Rp5-25 juta per bulan. Biasanya mereka yang dapat kamar itu bandar narkoba besar," tuturnya.

Sebenarnya, lanjut dia, praktik jual beli kamar dan alas tidur ini sudah terjadi sejak lama. Setiap WBP sudah saling mengetahui praktik tersebut dan sudah menjadi pemasukan tetap oknum petugas serta diketahui pimpinan Lapas.



"Mau enggak mau kita harus bayar buat tidur. Minta duit ke keluarga di luar untuk dikirim ke sini. Kalau enggak punya duit ya susah. Makannya yang makmur di sini napi bandar narkoba," tuturnya.

Terkait pernyataan WC serta foto narapidana di dalam Lapas, sudah melalui tahapan konfirmasi.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Cipinang Tony Nainggolan membantah keras praktik tersebut.Dia mengatakan, narapidana yang berada di Lapas Kelas 1 Cipinang tidak perlu mengeluarkan uang guna mendapatkan fasilitas, termasuk untuk masalah tidur selama menjalani tahanan.

"Baru kemarin saya membuka program admisi orientasi (pengenalan lingkungan) dan saya sampaikan kalau di Lapas Cipinang tidak ada urusan yang berbayar termasuk masalah tidur," kata Tony. Baca juga: Sidak di Lapas Cipinang, Ini Temuan Direktur Kamtib Ditjen PAS

Lebih lanjut, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas I Cipinang juga sudah memastikan tidak ada praktik jual beli kamar. Tetapi Tony tidak menampik bahwa Lapas Kelas I Cipinang kini kelebihan kapasitas. Kapasitas Lapas Cipinang yakni 880 orang kini diisi sebanyak 3.206 orang narapidana berbagai kasus.

"Isi hari ini 3.206 orang untuk kapasitas 880 orang. Kalau itu benar dilakukan pegawai atau narapidana, saya akan ambil tindakan tegas," katanya.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta Ibnu Chuldun juga membantah saat dikonfirmasi adanya narapidana di Lapas Kelas I Cipinang yang harus membayar untuk dapat tidur nyenyak.

"Informasi tersebut sangat tidak betul. Alas tidur yang disediakan berupa matras dan tidak dipungut biaya apa pun," tukasnya.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fokus Penataan Portofolio,...
Fokus Penataan Portofolio, TelkomMetra Gandeng Fullerton Health untuk Ekspansi AdMedika Group
Hari Lansia Nasional,...
Hari Lansia Nasional, 560 Narapidana Terima Remisi
Perkuat Ketahanan Energi,...
Perkuat Ketahanan Energi, PLN EPI Teken 4 Perjanjian Jual Beli Gas dan LNG di IPA Convex 2026
Rekomendasi
Usia Peserta Miss Indonesia...
Usia Peserta Miss Indonesia Kini 19-25 Tahun, RCTI Cari Kandidat yang Lebih Matang untuk Miss World
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
Berita Terkini
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Kasus Pemuda Tewas di...
Kasus Pemuda Tewas di Selokan Mustikajaya: 4 Orang Ditangkap, Motif Digali Polisi
Dukung Rumah Pastori...
Dukung Rumah Pastori GPdI Eklesia Amban, Kemenag Komitmen Pembangunan Sarana Keagamaan
Infografis
Enam Komik Termahal...
Enam Komik Termahal di Dunia hingga Puluhan Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved