PPP DKI Minta Maaf ke Ulama dan Warga Jakarta Atas Insiden Dukungan ke Ahok di Pilkada 2017
Senin, 31 Januari 2022 - 17:55 WIB
loading...
Sekretaris DPW PPP DKI Jakarta Najmi Mumtaza Rabbany alias Gus Najmi dalam acara istighosah dan doa bersama untuk almarhum Abraham Lunggana alias Haji Lulung di kantor DPW PPP DKI, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (30/1/2022). Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Dukungan PPP pada Pilkada DKI Jakarta 2017 terhadap pasangan nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok )-Djarot Saiful Hidayat menyisakan sesal yang mendalam. DPW PPP DKI pun meminta maaf kepada masyarakat Jakarta, khususnya umat Islam.
Hal itu disampaikan Sekretaris DPW PPP DKI Jakarta Najmi Mumtaza Rabbany alias Gus Najmi dalam acara istighosah dan doa bersama untuk almarhum Abraham Lunggana alias Haji Lulung di kantor DPW PPP DKI, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (30/1/2022).
Baca juga: PPP Tantang BNPT Buka 198 Ponpes yang Disebut Terafiliasi Kelompok Teroris
Gus Najmi mengakui insiden Pilkada DKI 2017 telah banyak menimbulkan kemarahan kader dan konstituen di akar rumput. Dalam beberapa waktu ke belakang PPP menghadapi kriris elektoral (paceklik politik). Hal tersebut salah satunya disebabkan karena PPP telah meninggalkan ulama dan habaib, bahkan keputusannya dianggap berseberangan dengan arahan ulama.
“Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral, saya mewakili pengurus dan kader PPP DKI Jakarta dengan hati yang tulus memohon maaf dan ampunan kepada para ulama, habaib, serta seluruh umat Islam di Jakarta,” kata Gus Najmi.
Dia menegaskan komitmennya menjadikan Harlah PPP yang baru saja menginjak usianya ke-49 sebagai momentum bagi PPP kembali menjadi benteng politik umat Islam yaitu menjadikan partai politik yang memperjuangkan aspirasi (kepentingan) umat Islam, mengupayakan keadilan sehingga tidak ada saudara kita yang tertinggal dan menghadirkan laku politik Islam yang rahmatan lil‘alamin, membawa rahmat bagi seru sekalian alam.
Hal itu disampaikan Sekretaris DPW PPP DKI Jakarta Najmi Mumtaza Rabbany alias Gus Najmi dalam acara istighosah dan doa bersama untuk almarhum Abraham Lunggana alias Haji Lulung di kantor DPW PPP DKI, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (30/1/2022).
Baca juga: PPP Tantang BNPT Buka 198 Ponpes yang Disebut Terafiliasi Kelompok Teroris
Gus Najmi mengakui insiden Pilkada DKI 2017 telah banyak menimbulkan kemarahan kader dan konstituen di akar rumput. Dalam beberapa waktu ke belakang PPP menghadapi kriris elektoral (paceklik politik). Hal tersebut salah satunya disebabkan karena PPP telah meninggalkan ulama dan habaib, bahkan keputusannya dianggap berseberangan dengan arahan ulama.
“Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral, saya mewakili pengurus dan kader PPP DKI Jakarta dengan hati yang tulus memohon maaf dan ampunan kepada para ulama, habaib, serta seluruh umat Islam di Jakarta,” kata Gus Najmi.
Dia menegaskan komitmennya menjadikan Harlah PPP yang baru saja menginjak usianya ke-49 sebagai momentum bagi PPP kembali menjadi benteng politik umat Islam yaitu menjadikan partai politik yang memperjuangkan aspirasi (kepentingan) umat Islam, mengupayakan keadilan sehingga tidak ada saudara kita yang tertinggal dan menghadirkan laku politik Islam yang rahmatan lil‘alamin, membawa rahmat bagi seru sekalian alam.
Lihat Juga :