alexametrics

Waspadai pencurian ternak di Pamekasan

loading...
Waspadai pencurian ternak di Pamekasan
Ilustrasi (istimewa)
A+ A-
Sindonews.com – Jajaran Polres Pamekasan mengingatkan warganya untuk waspada terhadap kasus pencurian ternak yang kembaali marak. Sejauh ini, Polres Pamekasan mencatat ada tiga kawasan yang rawan pencurian hewan ternak.

Ketiga kawasan yang sering terjadi kasus pencurian ternak, yakni Kecamatan Kadur, Larangan dan Galis. Untuk hewan ternak yang sering hilang, sebagian besar adalah sapi.

Kapolres Pamekasan, AKBP Nanang Chadarusman, menyatakan, akhir-akhir ini memang banyak laporan dari warga soal maraknya kejadian pencurian, khususnya untuk hewan ternak jenis sapi. Guna mengantisipasi kasus tersebut, pihaknya telah menginstruksi kepada Polsek terdekat agar meningkatkan patroli.



“Semua kawasan memang berpotensi terjadi aksi pencurian, tapi untuk tiga kawasan tersebut mendapat perhatian khusus karena sering terjadi laporan pencurian hewan ternak,” ujarnya, Kamis 13 September 2012.

Nanang menjelaskan, selain diminta agar tiap Polsek setempat giat melakukan patroli. Pihaknya juga akan menerjunkan petugas khusus guna memantau situasi keamanan di wilayah tersebut setiap saat.

Dia menambahkan, patroli juga diminta untuk dilakukan di daerah perbatasan antara Kabupaten Pamekasan dan Sumenep. Menurutnya, kawasan tersebut bisa dijadikan tempat keluar masuk barang curian, apalagi kondisi sekitar jauh dari pantauan petugas kepolisian.

“Untuk kawasan perbatasan, akses penerangannya kurang sehingga membuka peluang bagi pencuri untuk melakukan aksi,” tegasnya.

Kapolres juga meminta warga untuk tidak hanya berharap dari kepolisian, sebaliknya lebih pro aktif untuk menjaga keamanan, semisal dengan kembali menghidupkan Siskamling sebagai ikut serta dalam mengamankan lingkungannya masing-masing.

“Kalau masyarakat terlibat aktif, paling tidak bisa membantu aparat kepolisian dalam menciptakan rasa aman dan nyaman,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu warga Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Syaiful, menyatakan, kasus pencurian sapi di kawasannya terbilang cukup marak.

Itu hampir terjadi tiap dua minggu sekali, dengan lokasi atau korban yang berpindah-pindah, dari desa atau dusun yang satu ke yang lain.

“Yang jadi sasaran biasanya sapi, dan itu sering terjadi beberapa bulan terakhir ini,” ucapnya
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak