Bea Cukai Kalbagbar Musnahkan Puluhan Ribu Batang Rokok dan Pakaian Bekas Ilegal

Kamis, 23 April 2020 - 17:45 WIB
loading...
Bea Cukai Kalbagbar...
Bea Cukai Kalbagbar Musnahkan Puluhan Ribu Batang Rokok dan Pakaian Bekas Ilegal
A A A
PONTIANAK - Menindaklanjuti hasil tangkapan sebagai wujud fungsi pengawasan, Kanwil Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat (Kalbagbar) kembali memusnahkan berbagai jenis barang hasil penindakan antara lain puluhan ribu batang rokok, serta puluhan bale pakaian bekas/ballpress ilegal, pada senin (20/04/2020).

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan, Suprayanto mengungkapkan barang hasil penindakan tersebut berupa rokok sejumlah 77.904 batang dengan pita cukai tidak sesuai peruntukannya, pakaian bekas sejumlah 54 bale, dan sepatu bekas sejumlah 4 karung yang tidak dilengkapi dokumen sehingga telah berstatus menjadi barang milik negara (BMN) yang telah disetujui peruntukannya untuk dimusnahan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Pontianak dengan surat persetujuan Nomor S-88/MK.06/WKN.11/KNL.01/2018 tanggal 17 September 2018.

“Provinsi Kalimantan Barat ini merupakan provinsi dengan tingkat kebakaran hutan/lahan yang tinggi hingga tahun 2019, sehingga kami sangat concern terhadap kebakaran tersebut dan menunda kegiatan pemusnahan dan baru bisa dilaksanakan sekarang” ujarnya.

Sejumlah barang hasil penindakan berupa rokok dimusnahkan dengan cara dibakar, sementara pakaian bekas dan sepatu dengan cara dirusak fungsinya, kemudian pembuangan terhadap barang yang telah dimusnahkan ke tempat pembuangan akhir Batu Layang.

Suprayanto menambahkan bahwa pemusnahan ini merupakan hasil koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup? tentang mekanisme pemusnahan, maka dalam pemusnahan ini diantaranya adalah dengan cara pemusnahan fungsi. "Kalau dipotong-potong pasti fungsi pakaian dan sepatu sudah tidak bisa digunakan lagi," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Suparyanto menambahkan pakaian ballpress ini selain berbahaya kesehatan karena dari negara asalnya merupakan pakaian bekas yang tak di ketahui kondisi kesehatan si pengguna sebelumnya.

"Pakaian ballpress juga merugikan perekonomian Indonesia, padahal kualitas produksi asing tak kalah dengan pakaian buatan indonesia, dan juga kualitas pakaian bekas ballpress tersebut tidak terjamin dan dapat berbahaya bagi kesehatan?," pungkasnya.
(atk)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Doa-doa Bakda Ashar...
Doa-doa Bakda Ashar di Hari Jumat, Jangan Lupa Amalkan!
Konsumsi Pertalite Meledak...
Konsumsi Pertalite Meledak Imbas Kenaikan Harga BBM Pertamax, Pasokan Aman?
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Berita Terkini
Fakta Baru Terungkap,...
Fakta Baru Terungkap, Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Empat Lokasi
Polri Tetapkan 287 WNA...
Polri Tetapkan 287 WNA Tersangka Kasus Markas Judi Online Jalan Hayam Wuruk Jakarta
Penampakan Razman Nasution...
Penampakan Razman Nasution Pakai Peci dan Sarung saat Dijebloskan ke Lapas Cipinang
Mutasi Polri, AKBP Rulian...
Mutasi Polri, AKBP Rulian Syauri Jabat Kapolres Malang, Kombes Putu Kholis Jadi Kapolres Bekasi Kota
Bangun Ketahanan Pangan,...
Bangun Ketahanan Pangan, Kakanwil Ditjenpas Jakarta Panen Telur Ayam di Lapas Salemba
Jenderal Sigit Bentuk...
Jenderal Sigit Bentuk Polresta Baru Khusus di IKN, Dijabat AKBP Supriyanto
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved