Rojali yang Hadang Truk di Bogor demi Konten Diburu Tim Gabungan
Kamis, 27 Januari 2022 - 13:24 WIB
loading...
Tim gabungan Polres Bogor buru Rojali yang kerap menghadang truk. Foto/Istimewa
A
A
A
BOGOR - Satlantas Polresta Bogor Kota membentuk tim gabungan untuk upaya pencegahan terkait maraknya kelompok remaja yang kerap disebut 'rojali'. Aksi kelompok remaja tersebut sangat berbahaya karena menyetop truk secara paksa di jalanan.
Ada beberapa ruas jalan yang rawan sering terjadi aksi rojali di 5 titik yang tersebar di wilayahnya. Diantaranya, di Jalan Soleh Iskandar, Jalan Abullah Bin Nuh, Jalan KS Tubun, Jalan Pahlawan dan Jalan Darul Quran.
Kasat Lantas Poresta Bogor Kota Kompol Galih Apria mengatakan, tim gabungan dari Kasat Sabhara, Kasat Binmas dàn para Kapolsek itu akan menyambangi tokoh agama atau masyarakat termasuk sekolah-sekolah untuk sosialisasi bahayanya aksi rojali.
”Kami akan kolaborasi untuk sama-sama berpartisipasi membantu mensosialisasikan tentang bahaya aksi rojali. Juga membagikan selebaran hesteg #stop_rojali,” kata Galih, Kamis (27/1/2022). Baca juga: Biadab! Dicekoki Miras, 3 Pemuda di Bogor Perkosa Wanita Disabilitas
Galih menambahkan, dalam kurun waktu 2 tahun terakhir (2020-2021) ada enam orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat dan tiga orang luka ringan terkait aksi berbahaya tersebut.
Ada beberapa ruas jalan yang rawan sering terjadi aksi rojali di 5 titik yang tersebar di wilayahnya. Diantaranya, di Jalan Soleh Iskandar, Jalan Abullah Bin Nuh, Jalan KS Tubun, Jalan Pahlawan dan Jalan Darul Quran.
Kasat Lantas Poresta Bogor Kota Kompol Galih Apria mengatakan, tim gabungan dari Kasat Sabhara, Kasat Binmas dàn para Kapolsek itu akan menyambangi tokoh agama atau masyarakat termasuk sekolah-sekolah untuk sosialisasi bahayanya aksi rojali.
”Kami akan kolaborasi untuk sama-sama berpartisipasi membantu mensosialisasikan tentang bahaya aksi rojali. Juga membagikan selebaran hesteg #stop_rojali,” kata Galih, Kamis (27/1/2022). Baca juga: Biadab! Dicekoki Miras, 3 Pemuda di Bogor Perkosa Wanita Disabilitas
Galih menambahkan, dalam kurun waktu 2 tahun terakhir (2020-2021) ada enam orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat dan tiga orang luka ringan terkait aksi berbahaya tersebut.
Lihat Juga :