alexametrics

Penembakan Polisi di pos polisi di Solo

Jokowi minta polisi ungkap rentetan teror di Solo

loading...
Jokowi minta polisi ungkap rentetan teror di Solo
foto: Dok. okezone
A+ A-
Sindonews.com - Menanggapi rentetan teror, Wali Kota Solo Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada pihak kepolisian segera mengungkap siapa pelaku di balik aksi kekerasan tersebut. Pasalnya, peristiwa kekerasan terus terjadi beberapa waktu belakangan ini.

“Yang saya heran itu, selama tujuh tahun tenang (periode kepemimpinan Jokowi-Rudy) enggak pernah ada masalah. Begitu saya di DKI (maju Pilkada) bertubi-tubi dalam waktu tiga bulan ini,” kata Jokowi menjelaskan di rumah dinas Loji Gandrung, Jumat (31/8/2012).

Peristiwa bertubi-tubi di Kota Solo yang dimaksudkannya diawali bentrok ormas dengan warga Gandekan, Jebres, awal Mei lalu. Lantas, penembakan Pos Pam 05 Gemblekan 17 Agustus 2012 dan pelemparan benda peledak di Pos Pam Gladak 18 Agustus 2012.



Dirinya tak mau mengumbar prasangka adanya benang merah insiden-insiden tersebut dengan pertarungannya di Pilkada DKI Jakarta, termasuk pihak-pihak yang mengambil keuntungan di balik teror di Kota Solo.

“Mudah-mudahan tidak ada kaitannya. Dugaan teroris? Saya tidak mengerti dan tidak mau menduga-duga,” lanjut dia.

Jokowi mengatakan dirinya siang ini akan bertakziyah ke rumah duka korban penembakan dua pria misterius pada Kamis malam. Sebelumnya, ia mengirimkan rangkaian bunga ke rumah duka di Jalan Bimasakti RT 10/RW XXII Perum Ngringo Indah, Ngringo, Jaten, Karanganyar.

“Nanti saya salat Jumat di masjid sana dan takziyah ke rumah duka,” kata dia.
(azh)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak