Nobel Kukuhkan 276 Wisudawan Pertama dengan Status Lulusan Institut
Selasa, 25 Januari 2022 - 13:42 WIB
loading...
ITB Nobel Indonesia mengukuhkan 276 lulusan baru bergelar magister di Hotel Claro Makassar, Selasa (25/1/2022). Foto: SINDOnews/Andi Nur Isman
A
A
A
MAKASSAR - Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia mengukuhkan 276 lulusan baru bergelar magister di Hotel Claro Makassar , Selasa (25/1/2022). Ini adalah wisuda pertama setelah peralihan status sekolah tinggi ke institut.
Rektor ITB Nobel Indonesia, Badaruddin menyampaikan, Nobel baru saja beralih status dari sekolah tinggi menjadi institut pada Agusturs 2021. Peralihan status ini merupakan komitmen Nobel menuju perguruan tinggi yang lebih berkualitas.
Baca juga:Makin Modern, PPs UMI Resmikan 24 Sarana Perwajahan Baru
“Nobel baru saja bertransformasi pada Agustus 2021 lalu. Wisuda ini begitu spesial karena pertama kalinya mewisuda mahasiswa dengan ijazah institut,” ujar Badaruddin.
Sampai saat ini, total sudah ada 3.318 alumni Nobel sejak berdiri pada 1999 silam. Alumni tersebut terdiri dari 1.503 pada jenjang strata 1 (S1) dan 1.815 pada jenjang magister (S2).
“Kita bersyukur karena wisuda ini menjadi pertanda meningkatnya citra Nobel. Makanya banyak harapan nantinya di pundak alumni untuk sama-sama membangun Nobel,” sebutnya.
Baca juga:Pendidikan Karakter Menurun Disebut Jadi Penyebab Deretan Kasus Pelajar
Badaruddin menambahkan, visi mereka yang sedang dikebut saat ini adalah menjadikan Nobel sebagai perguruan tinggi bertaraf internasional. Target tersebut salah satunya akan diwujudkan dengan mendorong akreditasi internasional.
“Dari tahun lalu kita siapkan menu akreditasi internasional . Nobel akan jadi institut pertama yang akreditasi internasional. Kita sudah mulai bentuk lembaga untuk mempersiapkan itu,” bebernya.
Ketua Yayasan Pendidikan Nobel Makassar, Giri Qwinanda menambahkan, dalam dua tahun ke depan mereka menargetkan sudah bisa menyandang akreditasi internasional . Kini mereka sedang mempersiapkan prosesnya.
Baca juga:UMI Lepas Peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka
Beberapa strategi untuk mewujudkan target tersebut yakni dengan mewajibkan setiap mahasiswa memiliki badan usaha masing-masing sebelum lulus. Ini jadi modal bagi lulusan untuk mendirikan perusahaan.
“Itu menjadi komitmen kami untuk terus membangun Nobel sesuai dengan eranya. Sekarang era digital sehingga saya minta bikin atau tambah prodi yang sesuai yang namanya Sistem dan Teknologi Informasi,” paparnya.
Rektor ITB Nobel Indonesia, Badaruddin menyampaikan, Nobel baru saja beralih status dari sekolah tinggi menjadi institut pada Agusturs 2021. Peralihan status ini merupakan komitmen Nobel menuju perguruan tinggi yang lebih berkualitas.
Baca juga:Makin Modern, PPs UMI Resmikan 24 Sarana Perwajahan Baru
“Nobel baru saja bertransformasi pada Agustus 2021 lalu. Wisuda ini begitu spesial karena pertama kalinya mewisuda mahasiswa dengan ijazah institut,” ujar Badaruddin.
Sampai saat ini, total sudah ada 3.318 alumni Nobel sejak berdiri pada 1999 silam. Alumni tersebut terdiri dari 1.503 pada jenjang strata 1 (S1) dan 1.815 pada jenjang magister (S2).
“Kita bersyukur karena wisuda ini menjadi pertanda meningkatnya citra Nobel. Makanya banyak harapan nantinya di pundak alumni untuk sama-sama membangun Nobel,” sebutnya.
Baca juga:Pendidikan Karakter Menurun Disebut Jadi Penyebab Deretan Kasus Pelajar
Badaruddin menambahkan, visi mereka yang sedang dikebut saat ini adalah menjadikan Nobel sebagai perguruan tinggi bertaraf internasional. Target tersebut salah satunya akan diwujudkan dengan mendorong akreditasi internasional.
“Dari tahun lalu kita siapkan menu akreditasi internasional . Nobel akan jadi institut pertama yang akreditasi internasional. Kita sudah mulai bentuk lembaga untuk mempersiapkan itu,” bebernya.
Ketua Yayasan Pendidikan Nobel Makassar, Giri Qwinanda menambahkan, dalam dua tahun ke depan mereka menargetkan sudah bisa menyandang akreditasi internasional . Kini mereka sedang mempersiapkan prosesnya.
Baca juga:UMI Lepas Peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka
Beberapa strategi untuk mewujudkan target tersebut yakni dengan mewajibkan setiap mahasiswa memiliki badan usaha masing-masing sebelum lulus. Ini jadi modal bagi lulusan untuk mendirikan perusahaan.
“Itu menjadi komitmen kami untuk terus membangun Nobel sesuai dengan eranya. Sekarang era digital sehingga saya minta bikin atau tambah prodi yang sesuai yang namanya Sistem dan Teknologi Informasi,” paparnya.
(luq)
Lihat Juga :