IPW Desak Propam Periksa Patroli Komando di Pengeroyokan Kakek 89 Tahun

Senin, 24 Januari 2022 - 17:24 WIB
loading...
IPW Desak Propam Periksa...
Seorang kakek berusia 89 tahun tewas dihakimi masa di Pulogadung, Jakarta Timur. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Kasus pengeroyokan terhadap sopir mobil yang dituduh maling di Jalan Pulo Kambing, Kawasan Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP), Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, menyita perhatian khalayak ramai.

Bagaimana tidak, saat aksi main hakim itu berlangsung di tempat kejadian perkara diketahui ada aparat kepolisian yang sedang melakukan patroli. Kendati demikian, nyawa kakek 89 tahun itu harus melayang akibat ulah sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab.

Ketua Indonesia Police Watch, Sugeng Teguh Santoso mendesak semua pihak yang berada di lokasi kejadian harus dimintai keterangan guna mengungkap dalang di balik aksi pengeroyokan berujung maut itu. Baca juga: Pengemudi Mobil Disangka Pencuri Tewas Diamuk Massa di Pulogadung, Begini Faktanya

”Kalau ada anggota Patko (Patroli Komando) maka anggota tersebut bisa dikenakan tindakan pelanggaran disiplin dan etika. Patko harus ditindak dan juga pelaku pengeroyokan harus diproses pidana. Ditangkap dan diperiksa,” kata Sugeng, Senin (24/1/2022).

Sugeng mengkritisi mengapa tidak ada pengamanan oleh anggota yang berada di lokasi kejadian saat aksi pengeroyokan itu pecah. Sehingga karena tidak ada pengamanan mengakibatkan membuat nyawa seseorang melayang secara keji. Baca juga: Kakek Dituduh Maling hingga Tewas Dikeroyok di Pulogadung, Saksi: Sadis Enggak Beradab

”Dalam hal ini yang menjadi fokus adalah harus ada tindakan pengamanan oleh Patko walau kalah jumlah massa,” ujarnya.Anggota yang berada di lokasi kejadian harus mengambil langkah jitu untuk melerai aksi pengeroyokan sesuai dengan protap yang dimiliki.

”Apakah prosedur standar pengamanan termasuk penggunaan senjata oleh polisi diterapkan, itu yang harus menjadi fokus pemeriksaan. Patko harus diperiksa oleh propam apakah ada pelanggaran disiplin di sana,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, menurut seorang saksi mata Kirun, pada saat pengeroyokan itu berlangsung sejatinya ada beberapa anggota polisi yang mengikuti mobil korban.

Namun karena anggota polisi itu kalah jumlah massa, mereka tidak bisa melerai aksi main hakim itu sehingga menyebabkan nyawa sang sopir lenyap seketika.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Rekomendasi
10 Fakta Menarik Spanyol...
10 Fakta Menarik Spanyol Pecundangi Arab Saudi di Piala Dunia 2026
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Spanyol Ngamuk, Sikat...
Spanyol Ngamuk, Sikat Arab Saudi 3-0 di Babak Pertama
Berita Terkini
BMKG Peringatkan Siklon...
BMKG Peringatkan Siklon Tropis Mekkhala Menguat, Wilayah Ini Berpotensi Diterjang Gelombang Tinggi
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved