alexametrics

Pelaku pembunuhan pasutri di Cibadak masih misteri

loading...
Pelaku pembunuhan pasutri di Cibadak masih misteri
Ilustrasi (dok.istimewa)
A+ A-
Sindonews.com – Kendati sudah menerjunkan tim anjing pelacak, hingga kini Satreskrim Polrestabes Bandung masih belum bisa menemukan pelaku pembunuhan terhadap Warji (82) dan Slamet (78) yang tewas dengan luka benturan dikepala. Sejauh ini, sudah tujuh orang saksi diperiksa.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Wijonarko mengakui, hingga kini pihaknya masih belum bisa memastikan siapa dalang dari pembunuhan keji ini.

"Kami masih lakukan penyelidikan. Salah satunya dengan memeriksa secara intensif tujuh orang saksi dan mengumpulkan barang bukti lainnya," jelasnya kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Rabu (15/8/2012).



Ditanya mengenai apakah pembunuhan ini terencana? Wijonarko belum bisa memastikan. “Kami belum bisa memastikan, masih mengusutnya," tuturnya.

Kembali ditanya kemungkinan pembunuh adalah orang dekat korban, kembali Wijonarko tidak bisa memastikannya. Wijanarko belum berani mengambil kesimpulan.

Seperti diketahui, Warji dan Slamet pemilik toko alat-alat listrik, ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Jalan Cibadak No 328, RT 1 RW 1, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar.

Kasus pembunuhan ini awalnya diketahui pertama kali oleh menantunya Antonius Masdi sekitar pukul 11.30 WIB, karena kedua mertuanya tidak ada kabar sejak pagi. “Menantunya curiga, karera telepon rumah tidak diangkat.

Lalu pas dicek lampu depan masih menyala," terang Ketua RW 1, Sofya (50) di lokasi kejadian. Penasaran dengan kondisi mertuanya, sang menantu akhirnya memutuskan untuk memanjat dan naik ke lantai dua rumah melalui rumah tetangga.

Setelah berhasil masuk, dia mendapati kedua mertuanya tewas. Dari hasil olah TKP, polisi menemukan sebuah kursi dari kayu yang diduga digunakan pelaku untuk menghabisi kedua korban.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak