alexametrics

Miliki 150 ribu kader, NasDem Aceh datangi KIP

loading...
Miliki 150 ribu kader, NasDem Aceh datangi KIP
f
A+ A-
Sindonews.com - Partai Nasional Demokrat (NasDem) Aceh resmi mendaftar ke Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh. Pendaftaran tidak hanya dilakukan di Banda Aceh, tapi juga serentak di 23 kabupaten/kota. Pendaftaran Nasdem Aceh merupakan bagian dari aksi serentak di seluruh Indonesia.

Partai NasDem Aceh sudah memiliki anggota 150 ribu orang di seluruh Aceh. Saat menerima pengurus partai ‘restorasi Indonesia' ini, Ketua KIP Aceh Abdul Salam Paroh menyatakan Partai NasDem yang pertama mendaftar ke KIP Aceh. Ia yakin, Partai Nasdem siap diverifikasi faktual.

“KPU meminta KIP untuk melakukan verifikasi faktual apakah sesuai dengan kenyataan. Kita yakin berkas Partai NasDem ini sudah lengkap tapi tetap kita verifikasi,” ujar Abdul menjelaskan, Jumat (10/8/2012).



Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Aceh Dzaini Djalil menegaskan pihaknya telah melengkapi administrasi 100 persen. Sebelumnya, Partai NasDem telah melewati verifikasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM).

“Untuk verifikasi faktual kami siap dilakukan KIP pada level masing-masing, baik di provinsi maupun tingkat kabupaten/kota,” jelasnya.

Bahkan menurutnya, kini Partai NasDem Aceh sudah berkonsentrasi mempersiapkan Pemilu 2014. Dzaini Djalil, menyebutkan untuk meraup suara pemilu mendatang pihaknya akan bergandengan dengan Partai Aceh (PA), partai lokal besutan mantan gerilyawan GAM.

“Kami ingin konsolidasi yang lebih dekat Partai Aceh, tapi kami punya target sendiri kemudian komunitas sendiri terhadap hasil suara,” katanya.

Saat menuju sekretariat KIP Aceh, pengurus serta simpatisan Partai NasDem Aceh melakukan konvoi di sejumlah ruas jalan protokol di Banda Aceh. Tukang becak turut bergabung mengantarkan pengurus Partai NasDem untuk mendaftar.
(azh)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak