Bima Arya ke Arteria Dahlan: Orang Sunda Itu Pemaaf tapi Jangan Diusik
Sabtu, 22 Januari 2022 - 16:53 WIB
loading...
Wali Kota Bogor Bima Arya turut merespons pernyataan kontroversial anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan terkait penggunaan bahasa Sunda dalam rapat. Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya turut merespons pernyataan kontroversial anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan terkait penggunaan bahasa Sunda dalam rapat. Bima berharap kejadian itu dijadikan pelajaran untuk semua pihak dalam memberikan pernyataan.
Baca juga: Jadi Perbincangan Publik, Ini 6 Fakta Unik tentang Bahasa Sunda
"Orang Sunda itu pemaaf, jadi tentu sudah kita maafkan. Tapi ini saya kira pelajaran untuk Bung Arteria untuk tidak masuk wilayah yang sangat sensitif. Bukan hanya Bung Arteria, tapi semua politisi semua saya kira harus hati-hati, jangan masuk ke wilayah yang mengusik kebanggaan, identitas, dan etnis tertentu," tegas Bima, Sabtu (22/1/2022).
Sebagai orang Sunda, Bima mengaku memahami adanya gejolak terkait pernyataan Arteria tersebut. Kota Bogor sendiri memiliki hari khusus dimana jajarannya mengenakan pakaian adat Sunda.
Baca juga: Tersinggung Ucapan Arteria, DPRD Bogor Siapkan Perda Pelestarian Bahasa Sunda
"Sebagai orang Sunda saya sangat memahami kalau ada gejolak seperti itu, karena di Bogor kan juga ada Kamis Aunda. Pangsinya, bahasa Sunda dan kita terbiasa tapi tidak pernah rapat dari ujung ke ujung pakai bahasa Sunda, enggak pernah. Orang Sunda juga tahu diri, tahu menempatkan diri," ungkapnya.
Baca juga: Jadi Perbincangan Publik, Ini 6 Fakta Unik tentang Bahasa Sunda
"Orang Sunda itu pemaaf, jadi tentu sudah kita maafkan. Tapi ini saya kira pelajaran untuk Bung Arteria untuk tidak masuk wilayah yang sangat sensitif. Bukan hanya Bung Arteria, tapi semua politisi semua saya kira harus hati-hati, jangan masuk ke wilayah yang mengusik kebanggaan, identitas, dan etnis tertentu," tegas Bima, Sabtu (22/1/2022).
Sebagai orang Sunda, Bima mengaku memahami adanya gejolak terkait pernyataan Arteria tersebut. Kota Bogor sendiri memiliki hari khusus dimana jajarannya mengenakan pakaian adat Sunda.
Baca juga: Tersinggung Ucapan Arteria, DPRD Bogor Siapkan Perda Pelestarian Bahasa Sunda
"Sebagai orang Sunda saya sangat memahami kalau ada gejolak seperti itu, karena di Bogor kan juga ada Kamis Aunda. Pangsinya, bahasa Sunda dan kita terbiasa tapi tidak pernah rapat dari ujung ke ujung pakai bahasa Sunda, enggak pernah. Orang Sunda juga tahu diri, tahu menempatkan diri," ungkapnya.
Lihat Juga :