alexametrics

Dibongkar, warga gunakan jembatan bambu

loading...
Dibongkar, warga gunakan jembatan bambu
foto: Dok. okezone
A+ A-
Sindonews.com - Hampir tiga bulan terakhir, warga kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur menggunakan jembatan bambu ketika hendak beraktivitas baik untuk bekerja maupun untuk bersekolah. Kondisi itu terjadi karena Jembatan Payeti, yang merupakan jembatan utama penghubung jantung kota dengan wilayah kota bagian timur di bongkar.

Jembatan darurat berbahan dasar bambu itu, kini menjadi tumpuan warga khususnya warga yang menggunakan kendaraan bermotor roda dua maupun para pejalan kaki.

“Kami tiap hari lewat di sini, habis mau bagaimana lagi. Kalau ikut jalan lintas Wangga, terlalu jauh dan memakan waktu. Juga akhir-akhir ini banyak yang alami kecelakaan di jalur itu,” jelas Nico, salah seorang warga pengguna jembatan bambu yang berpofesi sebagai tukang ojek, kepada wartawan Minggu (5/8/2012).



Jembatan darurat itu, dibangun dengan swadaya warga kampung Kalu, Kelurahan Prailiu Kecamatan Kambera, lebih dari dua bulan silam. Warga bergotong royong membangunnya. Menurut salah seorang warga yang tinggal di dekat jembatan itu, dalam sehari jembatan dilalui oleh ratusan kendaraan roda dua dan juga ratusan pejalan kaki.

“Dulu kami bangun ini sebagai bentuk kepedulian kami pada anak p-anak sekolahyang harus memutar jauh untuk kesekolah. Juga ibu-ibu yang mau ke pasar harus membuang biaya dan tenaga lebih besar. Selain itu, kami bangun jembatan ini untuk menjadi sindiran pada pemerintah dan kontraktor yang membongkar serta membangun baru jembatan namun tidak menyediakan jembatan darurat ang memadai untuk dipakai warga,” jelas Melkianus Radamuri, salah seorang tokoh masyarakat kampung Kalu.

Jembatan ini menurut Melkianus sempat diterjang banjir hingga rusak, namun untungnya tidak memakan korban jiwa. Kesabaran dan kepedulian warga dan pemuda setempat akhirnya berbuah manis. Ketika sedang beraktivitas mengatur keluar masuk para pengguna jembatan darurat itu, Gidion Mbiliyora, Bupati Kabupaten Sumba Timur, bersama isteri, Sabtu 4 agustus petang tadi datang memberikan bantuan atas nama pribadi dan PKK.

“Maaf jika selama ini kami terkesan tidak peduli. Sejatinya dalam hati saya selalu bergumul. Hari ini semoga bisa diterima dengan suka cita bantuan sekedarnya dari saya dan tim penggerak PKK, ada uang untuk membantu warga memperbaiki kelengkapan jembatan yang sudah usang juga kaos seragam untuk para pemuda yang mengatur lalu lintas disini secara bergiliran. Saya juga mohon para pemuda untuk membentuk karang taruna agar ke depan bisa lebih kreatif dan bersatu juga bisa mendapatkan bantuan lebih dari pemerintah untuk berusaha,” jelas Gidion.
(azh)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak