Cerita Pengungsi Banjir Kalideres, Kurang Makanan, Demam hingga Gatal-gatal
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:36 WIB
loading...
Pengungsi banjir Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat meminta pemerintah segera tangani banjir di wilayah itu. Foto/MPI/Dimas Choirul
A
A
A
JAKARTA - Sebelum azan zuhur berkumandang, langit Jakarta sudah pekat tak seperti biasanya pada Selasa (18/1/2022). Gumpalan awan hitam tampak menutup rapat-rapat cahaya matahari. Dari situ dimulai datangnya banjir di Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat.
Hasnawi (55) warga RW02, Tegal Alur ini tak menyangka bakal terjadi hujan dengan intensitas yang cukup lama. Ia juga tak menyangka bahwa genangan air meninggi begitu cepat.”Biasanya banjirnya ga secepet ini,” kata dia. Baca juga: Kali Semongol Meluap Akibat Diguyur Hujan, Kalideres Terendam Banjir
Menurut Hasnawi, pada pukul 20.00 WIB, genangan air perlahan mulai surut. Tiba-tiba, setelah 90 menit kemudian, saat dirinya sedang berada di sudut teras rumah, ketinggian air sudah selututnya dan perabotan sudah mulai basah.
![Cerita Pengungsi Banjir Kalideres, Kurang Makanan, Demam hingga Gatal-gatal]()
Dia terpaksa beristirahat dengan kondisi kasur yang basah. Namun, tidak lama setelah dirinya berharap-harap pasrah, ketua RT setempat datang ke permukimannya memberitahu warga untuk pindah ke posko pengungsian di Ruang Publk Terpadu Ramah Anak (RPTRA) RW02.
Hasnawi (55) warga RW02, Tegal Alur ini tak menyangka bakal terjadi hujan dengan intensitas yang cukup lama. Ia juga tak menyangka bahwa genangan air meninggi begitu cepat.”Biasanya banjirnya ga secepet ini,” kata dia. Baca juga: Kali Semongol Meluap Akibat Diguyur Hujan, Kalideres Terendam Banjir
Menurut Hasnawi, pada pukul 20.00 WIB, genangan air perlahan mulai surut. Tiba-tiba, setelah 90 menit kemudian, saat dirinya sedang berada di sudut teras rumah, ketinggian air sudah selututnya dan perabotan sudah mulai basah.

Dia terpaksa beristirahat dengan kondisi kasur yang basah. Namun, tidak lama setelah dirinya berharap-harap pasrah, ketua RT setempat datang ke permukimannya memberitahu warga untuk pindah ke posko pengungsian di Ruang Publk Terpadu Ramah Anak (RPTRA) RW02.
Lihat Juga :