alexametrics

Dusun Cilengar terisolasi

loading...
Dusun Cilengar terisolasi
Foto: dok sindonews
A+ A-
Sindonews.com - Akibat terisolasi, warga Dusun Cilengar, Desa Cipeles, Kecamatan Tomo, Sumedang membangun sasak (jembatan bambu) yang melewati Sungai Cimanuk sebagai akses ke dusun tetangga.

Dusun yang dihuni oleh 263 kepala keluarga (KK) dan berpenduduk sebanyak 821 penduduk, terdiri dari 8 RT dan 2 RW terisolasi oleh sungai dan kawasan Perhutani Jatigede.

Pembangunan jembatan sendiri dilakukan dan dibiayai oleh pasangan suami-istri sekaligus kokolotan atau yang dituakan Ace dan Lina, warga setempat. Dari informasi yang dihimpun, untuk akses ke dusun tetangga, satu-satunya jalur yaitu melewati Sungai Cimanuk yang berbatasan langsung dengan Dusun Kiararambay.



Sungai Cimanuk yang mempunyai lebar 50 meter ketika musim penghujan, dan 20–30 meter ketika musim kemarau merupakan jalur vital bagi masyarakat setempat. Warga Dusun Cilenger, sekaligus kokolotan dusun, Lina (67) menceritakan, dirinya bersama suami membiayai pembuatan jembatan yang dibangun dengan bahan bambu dan berdasar batu tersebut. Untuk mengganti biaya yang dikeluarkan, disepakati ada pembayaran setiap kali melewati sasak, sebesar Rp1.000 untuk pejalan kaki, dan Rp2.000 untuk pengendara motor, kecuali guru dan anak sekolah.

“Saya yang biayai, tapi pembangunannya oleh pekerja dan dibantu warga. Kasihan warga yang pulang malam kalau tidak ada sasak,” kata Lina.

Lina menceritakan, sebelum ada sasak, warga menggunakan perahu.Tetapi musim kemarau seperti sekarang, perahu sulit dipergunakan. Kepala Desa Cipeles Ruhiyat Sonjaya mengatakan, jembatan permanen sudah pernah ada pada 2003, tetapi hanya bertahan selama empat tahun karena tiang jembatan tergerus banjir hingga menghancurkan seluruh konstruksi jembatan.

Dia mengakui, sebenarnya sudah ada pembangunan kembali jembatan permanen oleh pemerintah pada Januari 2012, tetapi sampai sekarang belum ada kelanjutannya.

“Sudah dibangun dua tiang beton, tetapi sampai sekarang tidak terdengar kabarnya lagi. Untuk tiang dudukan jembatan yang sudah ada biayai oleh pemerintah provinsi, sementara katanya untuk kelanjutannya dibiayai oleh Pemda Sumedang,” kata Sonjaya.

Dia mengatakan, untuk melindungi tiang yang sudah dibangun, dirinya dan warga akan membangun lingkaran kawat pengaman untuk mencegah kerusakan ketika banjir musim hujan datang. Sampai saat ini, dia masih menunggu kelanjutan pembangunan jembatan permanen itu.

“Kalau janji sudah. Katanya Rp450 juta lagi dari pemda untuk perampungan jembatan permanen ini,tapi sampai hari ini belum nongol juga,” lanjut Sonjaya.
(azh)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak