Menko Luhut Minta Perkantoran WFH, Wagub DKI: Segera Diputuskan

Selasa, 18 Januari 2022 - 05:24 WIB
loading...
Menko Luhut Minta Perkantoran...
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria merespons permintaan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, agar perkantoran kembali menerapkan WFH. Foto: MPI/Dok
A A A
JAKARTA - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) merespons permintaan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, agar perkantoran kembali menerapkan work from home (WFH). Hal ini guna menekan laju penyebaran Covid-19 varian Omicron yang semakin mengganas.

Baca juga: Disuruh WFH 100% Malah WFO, Luhut: Kita Akan Eksekusi!

Ariza menyebut saat ini Pemprov DKI sedang menunggu kebijakan resmi dari pemerintah pusat. "Ya, itu saran dari Pak Menko, kami dukung. Tapi kami tunggu kebijakannya. Hari ini atau besok akan diputuskan," tandas Ariza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (17/1/2022) malam.

"Kami menunggu (arahan) dari Satgas Pusat, dari pemerintah pusat, dari kementerian terkait, Kemenkes, Kemenhub, nanti Pak Mendagri juga akan mengumumkan," lanjutnya.

Terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di tengah lonjakan kasus Omicron, Ariza juga menyebut DKI menunggu keputusan selanjutnya dari pusat.

Baca juga: Omicron di Jakarta Capai 825 Kasus

"PTM juga begitu. PTM ini kan dilaksanakan sesuai ketentuan aturan," tandasnya.

Diketahui, dalam keterangan pers hasil rapat terbatas soal PPKM secara daring di Jakarta, Minggu (16/1/2022), Luhut menegaskan bahwa meski sistem kesehatan Indonesia sudah cukup siap dalam menghadapi Omicron, kesadaran masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan merupakan kunci utama menekan laju penyebaran kasus.

"Pemerintah siap, kalau masyarakat tidak siap itu juga jadi masalah," katanya..



Sesuai arahan Presiden Jokowi pada ratas, kata Luhut, meskipun tetap mengikuti level PPKM berdasarkan asesmen yang ada, ia mengimbau masyarakat untuk mulai membatasi aktivitas keluar rumah dan berkumpul yang tidak perlu.

"Kalau tidak perlu kumpul-kumpul, tidak usah kita kumpul. Sama halnya dengan perkantoran, jika seandainya opsi work from home masih tetap mampu menjaga tingkat produktivitas, kita serahkan kepada pimpinan teratas untuk melakukan asesmen sendiri. Saya mengimbau opsi tersebut (WFH) bisa diambil," tukasnya.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Nyungsep ke Rp17.667/USD,...
Rupiah Nyungsep ke Rp17.667/USD, Luhut Ingatkan OJK Punya Tugas Tambahan
Luhut Buka Suara Soal...
Luhut Buka Suara Soal Gonjang-ganjing Bursa Saham RI: Investor Global Masih Wait and See
Prabowo dan Luhut Bertemu...
Prabowo dan Luhut Bertemu Empat Mata di Istana, Ini yang Dibahas
Rekomendasi
Putra Tri Ramadani Cetak...
Putra Tri Ramadani Cetak Sejarah, Indonesia Rebut Emas Lead Pertama di World Climbing Series
Wasit Resmi Piala Dunia...
Wasit Resmi Piala Dunia 2026 Asal Somalia Ditolak Masuk AS
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Berita Terkini
Ada FIFA Matchday Indonesia...
Ada FIFA Matchday Indonesia Vs Mozambik, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved